UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Di Mindanao, Kekeringan Paksa Petani Jual Ternak

April 18, 2019

Di Mindanao, Kekeringan Paksa Petani Jual Ternak

Kekeringan mengancam lahan pertanian dan ternak di Filipina bagian selatan. (Foto: Vincent Go)

Sejumlah petani di wilayah Soccsksargen di Filipina bagian selatan terpaksa menjual ternak mereka untuk bertahan hidup akibat dari kekeringan yang menurut laporan merusak sekitar 15.000 hektar lahan pertanian.

Romo Ariel Destora, direktur pusat aksi sosial Keuskupan Marbel, mengatakan panas terik sebagai dampak dari fenomena El Nino yang melanda wilayah Mindanao tahun ini telah mengeringkan lahan pertanian.

El Nino adalah siklus iklim di Samudera Pasifik yang disebabkan oleh kolam air hangat yang menyebabkan kekeringan.

“Sejumlah petani terpaksa menjual sapi mereka karena mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan,” kata Romo Destora saat memohon donasi untuk membantu para petani dan warga setempat yang terdampak kondisi kering tersebut.

Minggu lalu sejumlah kelompok petani dan nelayan memohon “bantuan untuk melanjutkan hidup” kepada pemerintah sebanyak 197 dolar AS per keluarga yang terdampak.

“Sejumlah wilayah di keuskupan tidak ada air,” katanya. “Hidup semakin sulit bagi mereka yang terdampak.”

Keuskupan Marbel melayani Propinsi South Cotabato dan Propinsi Sarangani dan beberapa wilayah Sultan Kudarat di wilayah Soccsksargen yang mencakup Propinsi North Cotabato dan General Santos City.

Propinsi North Cotabato yang mengalami kekeringan terparah telah mengumumkan status darurat bencana karena kerugian pertanian mencapai sedikitnya 12 juta dolar AS.

Dari 18 unit pemerintah setempat di propinsi itu, sembilan di antaranya dilaporkan rusak parah.

Di Propinsi South Cotabato, kekeringan merusak pertanian senilai sekitar 232.000 dolar AS hingga akhir Maret, demikian data dari kantor pertanian setempat.

“Kami melakukan yang terbaik untuk membantu para petani,” kata Ray Embajador dari Departemen Pertanian.

Ia mengatakan kantornya masih melakukan evaluasi terhadap dampak kekeringan agar bisa melakukan “intervensi selayaknya.” Sedikitnya 11.604 hektar sawah dan 3.120 hektar ladang jagung di wilayah itu terdampak.

Sekitar 71.909 keluarga atau 359.545 orang terdampak cuaca kering di Propinsi North Cotabato, demikian menurut Badan Nasional Manajemen Reduksi dan Resiko Bencana.

Kerugian akibat fenomena El Nino di seluruh negara itu hingga saat ini diperkirakan mencapai sekitar 97 juta dolar AS.

Biro cuaca pemerintah mengumumkan bahwa cuaca kering diperkirakan akan terjadi hingga Oktober.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi