UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sejumlah Gereja Dijaga Ketat Polisi, TNI dan Banser Selama Pekan Suci

April 18, 2019

Sejumlah Gereja Dijaga Ketat Polisi, TNI dan Banser Selama Pekan Suci

Para apparat kepolisian menghadiri apel di Jakarta tahun lalu dalam rangka menjaga keamanan pada perayaan Natal Tahun Baru. TNI dan polisi juga menjaga keamanan selama Pekan Suci tahun ini. (Foto: Konradus Epa/ucanews)

Gereja-gereja di sejumlah tempat yang rawan akan dijaga ketat oleh aparat gabungan kepolisian, TNI,  dan kelompok Muslim selama Triduum Paskah yang dimulai Kamis Putih hingga Minggu Paskah.

Pihak gereja sudah membenarkan hal tersebut dan gereja-gereja yang dijaga oleh tim gabungan berlokasi di Jawa dan Sumatra.

Polisi juga sudah menyampaikan bahwa pasukan keamanan akan tetap dikerahkan untuk menjaga keamanan gereja, meskipun Pilpres dan Pileg juga berlangsung pada Pekan Suci.

Pastor Aloysius Barut, kepala Paroki Katedral St. Theresia Sibolga,  Sumatra Utara, mengatakan jumlah aparat keamanan ditambahkan di gerejanya  menyusul penangkapan teroris.

Paroki itu memiliki sekitar  5.000 umat. Bulan lalu polisi menangkap seorang terduga teroris di wilayah paroki itu, dan istrinya meledakan diri dengan bom di rumah mereka bersama seorang anak ketika polisi berusaha  menangkap mereka.

“Umat Katolik di Sibolga masih was-was menyusul kejadian itu,” kata Pastor Barut.

“Aparat kepolisian dan TNI akan menjaga keamanan gereja itu dan dibantu oleh umat paroki,” kata imam itu kepada  ucanews.com.

Ia mengajak umat paroki untuk tidak takut karena aparat keamanan akan menjaga gereja selama Misa-misa berlangsung.

Gereja-gereja di Jakarta juga akan dijaga oleh polisi dan TNI serta para relawan dari kelompok Muslim.

“Kami berkoordonasi dengan mereka untuk menjaga keamanan selama Misa di gereja,” kata Paternus Telyohud, koordinator keamanan di Gereja St. Joseph Matraman, Jakarta Timur.

Ia mengatakan setiap umat yang masuk gereja akan diperiksa dengan menggunakan metal detector. Gereja itu menjadi salah satu target ledakan bom pada Malam Natal tahun 2000.

Benediktus Yulita, sekretari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan kepada ucanews.com bahwa pihak keamanan di gereja itu bekerjasama dengan polisi dan TNI untuk menjaga keamanan.

Gereja itu adalah salah satu dari tiga gereja yang digoncang serangan bom pada Mei tahun lalu.

“Sekitar 100 aparat keamanan akan menjaga keamanan di gereja itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa anggota Banser, sayap pemuda Nahdlatul Ulama, akan membantu menjaga keamanan di gereja itu.

Gereja St. Paulus Pringgolayan, Yogyakarta, juga melakukan hal serupa.

Paroki itu memiliki sekitar 3.000 umat itu. Belum lama ini sejumlah Muslim konservatif memaksa sebuah kelurga Katolik di paroki itu untuk memotong bagian atas salib di sebuah pemakaman lokal sebelum mengizinkan mereka untuk mengubur anggota keluarga.

“Ini baru pertama kali Paskah polisi dan TNI ditambahkan untuk menjaga gereja,” kata Fransisca Ita, sekretaris paroki itu.

Polisi dan TNI juga akan dikerahkan selama Pekan Suci di keuskupan Larantuka, Flores Timur, dimana prosesi Semana Santa diadakan, yang menarik ribuan peziarah. 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi