UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Agung Jakarta Imbau Umat Katolik Bangun Perdamaian, Rekonsiliasi

April 22, 2019

Uskup Agung Jakarta Imbau Umat Katolik Bangun Perdamaian, Rekonsiliasi

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo (kanan) dan Ignatius Jonan, Menteri Energi dan Summer Daya Mineral (kanan) berbicara kepada media dalam konferensi pers pada 21 April di katedral Jakarta. (Foto: Konradus Epa/ucanews.com)


Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo yang juga ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengimbau umat Katolik dalam pesan Paskahnya untuk membangun persatuan, perdamaian dan rekonsialisi di tengah ketegangan politik menyusul pemilihan presiden (Pilres) pada 17 April.

Hasil hitung cepat yang diadakan oleh delapan lembaga survei menunjukkan bahwa Paslon 01, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, telah menang, dengan selisih sekitar 10 persen atas Paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

Namun, Prabowo tidak menerima hasil tersebut dan mengklaim kemenangan. Ia mengadakan deklarasi publik tiga kali bahwa mereka menang dalam pilres itu. 

Sejumlah pengamat mengatakan deklarasi itu adalah sebuah manuver koalisi Prabowo untuk mendelegitimasi pilres itu dan membuat kekacauan.  

Sejumlah lembaga survei telah menerima ancaman karena mereka dituduh memihak Paslon 01. 

Usku Agung Suharyo memuji partisipasi warga yang meningkat khususnya umat Katolik dalam pemilu belum lama ini dengan mengatakan bahwa pemilu itu seharusnya membawa kegembiraan, bukan memecah belah bangsa.

“Umat Katolik jangan takut. Kami meminta untuk tetap merawat persatuan dan bekerjasama dengan semua pihak,” kata prelatus itu kepada ucanews.com setelah menjelaskan arti pesan Paskah tahun ini dalam konferensi pers di katedral pada 21 April.

Menurut uskup agung itu, persatuan dan rekonsiliasi adalah penting saat ini untuk menghadapi dinamika politik dan mencegah konflik. 

“Tema Paskah KAJ ‘Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat,’ adalah sebuah pengingat untuk bangsa Indonesia, khususnya umat Katolik, untuk bekerja demi persatuan sehingga bangsa kita semakin bermartabat,” kata Uskup Agung Suharyo.

Ia juga mendorong para pemimpin partai dan siapapun yang terlibat dalam pemilu belum lama ini untuk tetap menjaga suasana kondusif. 

Ia juga menyerukan siapapun nanti yang diumumkan jadi pemenang dalam Pilpres 2019, semua pihak harus menerima dengan hati yang lapang.

Seorang wanita Muslim memasukan kertas suara ke dalam kotak suara di sebuah TPS di Jakarta Timur pada 17 April saat ia berpartisipasi dalam pemilu 2019. (Foto: Konradus Epa/ucanews.com) 


Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil akhir perhitungan suara pilres dan pileg pada Mei 2019.

“Jika, KPU mendeklarasikan paslon mana sebagai pemenang, semua orang harus menerima dengan hati yang lapang,” katanya.

Sementara itu, Ignatius Jonan, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), yang menghadiri konferensi pers tersebut di katedral, mengatakan bahwa umat Katolik harus proaktif dalam memelihara perdamaian.

“Kita sebagai umat Katolik, hendaknya bekerjasama dan membantu mengatasi ketegangan,” kata Jonan.

Ia juga menyerukan semua elemen untuk mengikuti UU dan peraturan dan ikut mengatasi ketegangan dalam masyarakat.

Johanes Widiyanto, seorang umat dari Paroki St Arnoldus Bekasi, Jawa Barat, mengatakan pesan uskup agung itu disampaikan pada saat yang tepat dan bisa mengurangi ketegangan di kalangan umat Katolik yang berbeda pilihan dalam pemilu lalu.

“Paskah adalah saatnya bagi kita untuk bersatu kembali,” katanya. “Pilihan politik kita yang berbeda seharusnya tidak merusak hubungan kita.”  

Sementara itu, merespon ketegangan paska pemilu, Iwan Purwoko, seorang awam Katolik, memilih memikul salib yang bertuliskan ‘NKRI’ pengganti INRI. Ia berjalan sejauh 33 kilometer dari Yogyakarta ke Solo, Klaten, Jawa Tengah pada 19 April.

Purwoko mengatakan kepada media bahwa tujuannya adalah untuk mendorong setiap orang di negara ini untuk merawat perdamaian. 

“Jalan Salib tersebut sebagai usaha menjalankan refleksi iman atas fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini, yang diharapkan agar tetap terjalin kedamaian antar sesama untuk keutuhan NKRI,” kata Purwoko seperti dilansir Jawapos.com.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi