UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Filipina Akui Gereja telah Gagal Mendidik Moral Umat

April 23, 2019

Uskup Filipina Akui Gereja telah Gagal Mendidik Moral Umat

Uskup Kalookan Mgr Pablo Virgilio David. (ucanews.com)

Seorang uskup mengakui bahwa para pemimpin gereja Filipina telah gagal untuk mendidik hati nurani umat Katolik, terutama tentang masalah sosial.

Uskup Kalookan, Mgr. Pablo Virgilio David mengatakan buktinya adalah banyaknya umat Katolik yang secara membabi buta percaya klaim pemerintah bahwa perang berdarah terhadap narkoba adalah demi hukum dan ketertiban.

Uskup itu mengklaim telah menerima ancaman pembunuhan setelah mengkritik perang melawan narkoba yang diluncurkan oleh Presiden Rodrigo Duterte pada 2016.

Uskup David mengatakan kebohongan terbesar dalam perang anti-narkotika adalah klaim bahwa pembunuhan itu, yang dilaporkan telah merenggut nyawa sekitar 30.000 orang, dimaksudkan untuk memberantas narkoba ilegal.

Dia mengatakan kebohongan-kebohongan itu disertai dengan operasi sistematis seperti menutup akses terhadap keadilan bagi keluarga korban dan penggunaan media sosial untuk meletakkan fundasi yang salah tentang upaya tersebut.

Berbicara selama konferensi di Manila melalui video dari lokasi yang dirahasiakan pada 22 April karena “masalah keamanan,” Uskup David mengingatkan warga Filipina bahwa “kebenaran bukan hanya masalah politik.”

“Ini adalah masalah moral,” katanya, dan menambahkan bahwa “jika orang bisa memecah-mecah iman mereka, maka [para pemimpin gereja] gagal mendidik mereka.”

Dia mengatakan menanam bukti palsu “tidak sesuai dengan iman [Katolik].” Dan mereka yang mencari kebenaran harus melakukan pengecekan fakta dan melakukannya sebagai bagian dari “komunitas pencari kebenaran.”

Uskup David mengatakan pemerintah mengambil keuntungan dari kurangnya pedoman media sosial tentang etika dan menggabungkannya dengan serangan terhadap para pemimpin gereja, media dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Prelatus itu mengatakan disinformasi tampaknya sudah menjadi pekerjaan penuh waktu di era media sosial di Filipina.

Perusahaan-perusahaan yang membuka halaman di Facebook, yang baru-baru ini diblokir karena menggunakan sistem bot otomatis untuk menyamar sebagai orang sungguhan, telah menghasilkan jutaan dolar sejak pemilu 2016.

Uskup David mengatakan adalah salah untuk menyamakan vitalitas dengan kebenaran, dan menambahkan bahwa itu adalah strategi yang dimainkan untuk mencapai tujuan dari orang-orang kuat seperti Duterte.

Hal itu disampaikan Uskup David pada hari yang sama ketika istana kepresidenan mengeluarkan laporan yang menuduh kelompok media dan jurnalis menjadi bagian dari konspirasi untuk mengusir Duterte.

Laporan pemerintah itu muncul beberapa minggu setelah kelompok-kelompok tak dikenal merilis di media sosial serangkaian video yang menuduh keluarga Presiden Duterte, para pembantu dan sekutunya sebagai penggerak utama kartel narkotika.

Video-video yang beredar di media sosial membuat Duterte dan keluarganya membela diri menjelang kampanye pemilihan mendatang.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi