UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam Aktivis Hubungan Antaragama Diangkat Jadi Uskup Agung Mandalay

April 26, 2019

Imam Aktivis Hubungan Antaragama Diangkat Jadi Uskup Agung Mandalay

Uskup Agung-terpilih Marco Tin Win (kanan) menyaksikan seorang biksu Buddha menyalakan lilin perdamaian selama doa antaragama di katedral Hati Kudus, Mandalay, pada Desember 2016. (Foto: ucanews.com)

Paus Fransiskus mengangkat Pastor Marco Tin Win, vikjen keuskupan agung Mandalay menjadi uskup agung baru untuk keuskupan itu.

Uskup Agung-terpilih Tin Win, 59, menggantikan Uskup Agung Nicholas Mang Thang, yang usianya sudah mencapai 75 tahun, usia pensiun seorang uskup.

Kardinal Charles Maung Bo, uskup agung Yangon menyambut baik pengangkatan uskup agung baru itu. Bo mengatakan pengalaman pelayanan imam itu selama beberapa dekade untuk Gereja Myanmar bisa memperkaya tugas barunya sebagai uskup agung.

Kardinal Bo mengatakan ia telah membuktikan sebagai seorang pemimpin yang layak, baik Konferensi Waligereja Myanmar maupun keuskupan agung  Mandalay.

Kardinal itu juga mencatat keterlibatan Uskup Agung-terpilih  Tin Win dalam memprakarsai pertemuan  antaragama dengan komunitas Muslim, Buddha dan Hindu.

“Spritualitasnya yang mendalam, persahabatannya dengan para biksu dan upayanya dalam dialog dengan agama-agama dan budaya adalah hadiah yang tepat baginya demi melayani Myanmar,” kata Kardinal Bo dalam sebuah pernyataan.

“Kesederhanaannya dan kekayaan pengetahuannya akan memberdayakan keuskupan agung yang besar itu.

Uskup Agung-terpilih Tin Win juga seorang dosen filsafat di Seminari Tinggi St. Joseph di Pyin Oo Lwin dan rektor Katedral Hati Kudus Mandalay.

Mgr Raymond Sumlut Gam, uskup keuskupan Banmaw di Negara Bagian Kachin juga menyambut baik berita itu, dengan mengatakan ia senang dengan uskup agung Mandalay yang baru.

“Saya percaya Pastor Tin Win akan mampu memimpin keuskupan agung itu melalui pengalamannya  dari berbagai pelayanan,” kata Uskup Gam, yang juga ketua Caritas (Karuna) Myanmar, kepada ucanews.com.

Uskup Agung-terpilih Tin Win lahir di desa Mon Hla, keuskupan agung Mandalay pada 22 April 1960.

Ia menghadiri sekolah dasar di desa kelahirannya dan melanjutkan pendidikan ke Seminari Menengah St. Aloysius di Pyin-Oo-Lwin, dekat kota Mandalay.

Ia masuk Seminari Tinggi St. Joseph di Yangon tahun 1979 dimana ia menyelesaikan studi Filsafat dan Teologi. Sepuluh tahun kemudian ia ditahbiskan menjadi iman.

Ia belajar di Universitas Kepausan Urbaniana di Roma dan meraih gelar doktor filsafat.

Sebagai seorang imam, ia melayani sejumlah paroki dan lembaga pendidikan termasuk rektor Seminari Menengah St. Thomas, bendahara keuskupan, dan sekretaris eksekutif Konferensi Waligereja Myanmar.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi