UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Uskup Minta Maaf pada OMK Filipina atas Skandal Seksual Klerus

April 29, 2019

Para Uskup Minta Maaf pada OMK Filipina atas Skandal Seksual Klerus

Delegasi Hari Pemuda Nasional tahun ini yang dirayakan di Filipina tengah mencium relikui darah Paus St. Yohanes Paulus II. (Foto oleh Elmarc Lim)

Ketua konferensi waligereja Katolik Filipina telah meminta maaf atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh para anggota klerus, terutama terhadap anak-anak.

“Kami sangat malu, kami mohon maaf,” kata Uskup Agung Davao Romulo Valles kepada sekitar 15.000 delegasi pada perayaan Hari Pemuda Nasional tahun ini di Cebu pada 27 April.

“Kami terus mengatakan: Kami sangat menyesal dan memohon pengampunan dari Tuhan dan dari mereka yang terluka atas kesalahan yang telah dilakukan,” kata uskup itu dalam sebuah forum dengan orang-orang muda.

Uskup agung meyakinkan para peserta kongres bahwa para pemimpin Gereja Filipina “semua berkomitmen dan melakukan semua yang kita bisa … untuk menghentikan ini.”

“Sudah ada prosedur tentang apa yang harus dilakukan … untuk membawa keadilan bagi semua,” katanya.

“Kami meminta pengampunan dari anda sekalian karena dalam pengampunan ada kekuatan penyembuhan, rahmat datang dari Tuhan,” kata uskup agung itu.

Setelah KTT Pelecehan Seksual di Vatikan pada bulan Februari tahun ini, Uskup Agung Valles bersumpah bahwa tidak akan menutupi kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh para klerus.

“Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk melindungi anak di bawah umur di Gereja. Anda mendengar saya, tidak akan ragu-ragu, dan tidak akan menutup-nutupi,” katanya pada bulan Maret.

Filipina, negara dengan jumlah umat Katolik terbesar di Asia, telah menyaksikan dakwaan pelecehan seksual dilontarkan terhadap para klerus.

Pada tahun 2002, para pemimpin Gereja Filipina mengeluarkan permintaan maaf atas pelecehan seksual, termasuk perzinahan, homoseksualitas dan pelecehan anak oleh 200 imam yang terdjadi selama 20 tahun sebelumnya.

Tahun berikutnya, setidaknya 34 imam diberhentikan dalam skandal pelecehan seksual terhadap wanita.

Uskup Agung Gabriele Giordano Caccia, nuncio untuk Filipina, memimpin Misa penutupan Hari Pemuda Nasional di Cebu, 28 April. (Foto oleh Elmarc Lim)

Dalam homilinya di akhir perayaan yang berlangsung selama sepekan, Uskup Agung Gabriele Giordano Caccia, nuncio kepausan untuk Filipina, meminta orang-orang muda Filipina untuk membebaskan diri mereka dari kecanduan ponsel.

“Ponsel itu sangat membantu. Ini kemajuan. Sangat menyenangkan bahwa semua orang tahu cara menggunakannya,” kata prelatus itu.

“Tapi ketika seseorang menjadi budak telepon, Anda kehilangan kebebasan.”

Dia mengatakan kepada para peserta perayaan Hari Pemuda Nasional “untuk tidak takut diam,” karena langkah pertama untuk mencapai pedamaian adalah memulai dengan diam.

Uskup Agung Caccia dan Valles hadir bersama setidaknya 20 uskup dan ratusan imam yang bergabung dengan 15.000 delegasi OMK pada Misa penutupan acara.

Uskup Leopoldo Jaucian, ketua Komisi Kepemudaan konferensi para uskup, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Keuskupan Agung Cebu karena menjadi tuan rumah acara tersebut.

“Kami merasakan kehangatan Cebuanos [panggilan untuk orang-orang dari Cebu] dan cinta, dan kami juga merasakan religiositas sejak awal,” kata uskup.

Di akhir perayaan, Uskup Jaucian mengumumkan bahwa Hari Pemuda Nasional pada 2021 akan diadakan di Keuskupan Agung Caceres di wilayah Bicol.

Keuskupan agung Caceres meliputi provinsi Camarines Sur, Kota Naga dan kota Gainza di wilayah Luzon selatan.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi