UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik Cina Khawatir dengan ‘Saringan Politik’

April 30, 2019

Umat Katolik Cina Khawatir dengan ‘Saringan Politik’

Klerus Cina menghadiri Misa Malam Natal di sebuah gereja Katolik di Beijing pada 24 Desember 2018. Umat Katolik di provinsi Henan khawatir bahwa sistem baru penilaian akan menghukum mereka yang tidak mematuhi pemerintah. (Foto: Wang Zhao/AFP)

Umat Katolik di provinsi Henan, Cina, khawatir bahwa sistim baru mengenai penilaian terhadap para anggota klerus menjadi penyaringan bernuansa politik.

Seorang imam di Henan mengatakan kepada ucanews.com bahwa Asosiasi Patriotik Katolik Cina dan Komite Gereja Katolik provinsi itu mendekati dia selama Pekan Suci untuk menilai dia.

Beberapa hari kemudian, ia menemukan skema baru penilaian tahunan yang diluncurkan beserta sebuah formulir penilaian dari WeChat.

“Penilaian itu adalah konyol,” kata imam itu.

Sistem baru itu menyatakan bahwa penilaian harus dimulai setiap bulan Desember dan ditutup sebelum akhir tahun. Semua klerus dengan Sertifikat Personel Agama Katolik Cina yang dikeluarkan oleh kedua organisasi harus dinilai.

Penilaian ini berfokus pada seberapa jauh mereka mencintai Gereja Cina, patriotisme, moralitas, kepatuhan hukum, menegakkan hukum kanon, kinerja, dan pengetahuan tentang teologi dan pelayanan sosial. Setiap kategori mendapat nilai 10-15.

Jika seseorang mendapat nilai akumulasi kurang dari 55 -yang artinya bertentangan dengan peraturan agama- ia tidak akan mendapatkan nilai dan akan diperingatkan atau dilarang melaksanakan tugasnya.

“Hanya mereka yang lulus dengan nilai yang cocok untuk menjadi anggota religius, jika tidak kegiatan Gereja mereka akan dilarang,” kata Ma Du, seorang komentator Katolik, kepada ucanews.com.

Dia mengatakan penilaian semacam ini bertujuan mengusir para religius yang tidak mendengarkan pemerintah.

“Itu sama dengan pemindaian politik. Untuk memverifikasi personel religus adalah hak dan kuasa dari seorang uskup. Ukurannya seperti model manajemen pemerintah, tetapi bukan sistem Gereja,” kata Ma Du.

Henan berada di urutan kedua setelah Zhejiang terkait jumlah umat Kristen. Gereja Katolik di Henan memiliki sekitar 300.000 umat di 10 keuskupan.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi