UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Atambua Dukung Pengembangan Listrik Tenaga Angin

Mei 10, 2019

Keuskupan Atambua Dukung Pengembangan Listrik Tenaga Angin

Foto: Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku ikut hadir dalam acara peletakan batu pertama tiang pengukur angin, tanda dimulainya proyek pembangunan listerik yang memanfaatkan tenaga angin di wilayah Keuskupan Atambua. (Foto: Charles Talu OFM)

Proyek pembangkit listrik tenaga angin mulai dirintis di wilayah Kabupaten Belu dan mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Keuskupan Atambua.

Peletakan batu pertama pembangunan pembangkit listrik itu dilakukan di Desa Wekmotis, Kecamatan Nanaet Dubesi, ditandai dengan pembangunan tiang wind test atau pengukur angin pada 8 Mei.

Turut hadir dalam acara itu antara lain Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku bersama beberapa anggota dewan kuria keuskupan, Camat Nanaet Dubesi serta pihak investor PT Satyamitra Surya Perkasa (SSP) Indonesia dan PT China National Electric Enginerering Co, Ltd (CNEEC).

Uskup Dominikus mengatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ini merupakan realisasi cita-cita mewujudkan kesejahteraan bersama, dan menjadi pilihan terbaik untuk tidak lagi bergantung pada energi fosil dan minyak bumi dalam memenuhi kebutuhan listrik.

“Sumber-sumber tersebut amatlah terbatas, sedangkan tenaga bayu sudah disiapkan tanpa batas di tempat kita,” ujarnya.

Pemanfaatan potensi tenaga bayu juga untuk mengatasi kelangkaan energi listrik di wilayah Timor. 

“Dengan adanya rencana ini, kita patut bersyukur dan berbangga karena potensi yang ada ini dapat kita pakai untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kita,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya pemanfaatan energi tenaga bayu, selain menjadi magnet pariwisata juga akan membantu menggerakan bidang pertanian, perekonomian dan pendidikan.

“Hasil-hasil pertanian mendapat nilai jual, kain tenun dari ibu-ibu dapat menjadi souvenir, dan tentu saja anak-anak kita dapat belajar dengan baik karena kebutuhan akan penerangan terpenuhi,” ungkapnya.

Suasana saat acara peletakan batu pertama tiang pengukur angin, tanda dimulainya proyek pembangunan listrik yang memanfaatkan tenaga angin di wilayah Keuskupan Atambua. (Foto: Charles Talu OFM)

Pihak CNEEC berterima kasih terutama atas kepercayaan Gereja dan masyarakat kepada mereka, untuk berpartisipasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di Pulau Timor.

Sementara itu, Camat Nanaet Dubesi, Mikael Bria menyatakan, proyek ini menjadi cara menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu.

“Kita yang ada sekarang sebentar lagi akan lewat, tetapi anak cucu kita akan menikmati apa yang telah kita siapkan sebelumnya,” ugkapnya.

Pastor Paroki Hati Kudus Yesus laktutus, Yohanes Kristoforus Tara OFM yang menjadi penangung jawab lokal proyek ini menjelaskan, ide awalnya muncul dari diskusi antara PT SSP dan Keuskupan.

Dalam diskusi itu, kata dia, muncul macam-macam alternatif pengembangan ekonomi umat berbasis potensi lokal. 

Salah satunya adalah pemanfaatan energi lokal dan pilihannya adalah PLTB,” katanya.

Untuk mewujudkan usaha itu, kata dia, sekitar bulan Mei tahun 2017 mulai dilakukan survei awal yang melibatkan PT CNEEC di sejumlah lokasi, yakni Laktutus (Nanaet Dubesi), Lookeu (Tasbar) di Kabupaten Belu dan Manumean di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), 

Penjajakan kerja sama, kata dia, terus dilakukan hingga penandatangan MoU antara SSP, CNEEC dan Keuskupan Atambua.

Ia menjelaskan, proyek ini disambut antusias oleh masyarakat yang nampak saat mulai disosialisasikan sampai peletakan batu pertama untuk wind test.

“Diharapkan kehadiran PLTB dapat mengubah hidup masyarakat setempat dalam berbagai aspek,” katanya.

Pater Kristo menyatakan, proyek ini juga juga merupakan bagian dari upaya menyambut program nasional terkaut investasi proyek infrastruktur strategis besar industru 4.0 di perbatasan, di daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T), secara khusus di klaster tiga Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.

Proyek listrik berkapasitas 80-140 MW ini dibangun secara bertahap dan mulai dikerjakan tahun ini hingga 2024.

Ditulis ole Fr. Charlest Talu OFM, Atambua

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi