UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Aturan Baru Berlaku, Sebuah Gereja Bawah Tanah Cina Terancam Dibongkar

Mei 14, 2019

Aturan Baru Berlaku, Sebuah Gereja Bawah Tanah Cina Terancam Dibongkar

Pintu Gereja Kabar Sukacita di provinsi Jiangxi, Cina, digembok oleh otoritas setempat. Pihak gereja sudah mendapat pemberitahuan bahwa gereja ini akan dibongkar. (ucanews.com)

Sebuah keuskupan di provinsi Jiangxi, di Sungai Yangtze, wilayah Cina tenggara, telah diberitahukan oleh pejabat pemerintahan komunis bahwa sebuah gereja bawah tanah di sana akan segera dihancurkan.

Ini terjadi setelah peraturan urusan agama yang baru direvisi mulai diberlakukan di provinsi itu pada 1 Mei.

Sebuah sumber dari Keuskupan Yujiang, yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Paul, mengatakan kepada ucanews.com bahwa para pejabat tidak memberikan tanggal pasti kapan gereja mereka akan dihancurkan.

Gereja Kabar Sukacita yang terancam dibongkar itu dibuka pada tahun 2012 dan melayani lebih dari 150 umat Katolik di daerah setempat.

Otoritas kota mengatakan mereka bertindak atas perintah dari atasan.

Majalah online ‘Bitter Winter’ melaporkan bahwa polisi Agustus lalu memasuki Gereja Kabar Sukacita dan meminta imam mendaftarkan tempat ibadah itu pada pemerintah.

Laporan daring itu mengatakan bahwa imam itu juga disuruh bergabung dengan Asosiasi Patriotik Katolik Cina, sebuah badan yang dikendalikan Partai Komunis, untuk menghindari pembongkaran gereja.

John, seorang sumber lain, mengatakan tempat itu ditutup pada Natal dan tidak ada perayaan Ekaristi yang dilakukan di sana sejak itu.

Namun, pastor dan umat paroki mengindikasikan mereka lebih suka mengorbankan gereja daripada bergabung dengan asosiasi patriotik.

John mengatakan alasan untuk mereka berpendirian seperti itu adalah bahwa “Anda tidak bisa menghormati partai (komunis) terlebih dahulu kemudian menghormati Tuhan, dan asosiasi patriotik tidak dapat menyelamatkan jiwa.”

Umat awam telah berpuasa untuk membangun kekuatan spiritual pada saat yang genting, kata John.

Menurut John, tahun lalu pejabat urusan agama secara verbal melarang ziarah ke makam Pastor Irlandia Jere Miah Duttimer, yang datang untuk mewartakan Injil di Cina pada tahun 1930. Pada saat itu dia menjadi penasihat Tarekat Misionaris St. Columban. Pastor Duttimer dimakamkan di samping Gereja Kabar Sukacita .

John percaya bahwa pejabat urusan agama tidak ingin orang asing itu dianggap sebagai panutan bagi umat Katolik Cina.

Peraturan Provinsi Jiangxi tentang Urusan Agama yang diterapkan sejak awal 1 Mei mencerminkan kebijakan nasional seperti ‘Cinaisasi’ ajaran Katolik dengan menghindari pengaruh luar dan berjanji untuk setia kepada rezim komunis.

Pejabat pemerintah mengatakan peraturan itu juga sesuai dengan keadaan khusus provinsi Jiangxi.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi