UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Filipina Tetapkan Hari Kelahiran Bunda Maria Sebagai Hari Libur

Mei 21, 2019

Filipina Tetapkan Hari Kelahiran Bunda Maria Sebagai Hari Libur

Katolik Filipina mengikuti prosesi di provinsi Pangasinan untuk menghormati Bunda Maria. (Foto ole Jojo Rinoza)

Kongres Filipina telah mensahkan undang-undang yang menyatakan 8 September, Pesta Kelahiran Perawan Maria, sebagai hari libur nasional.

Senat menyetujui undang-undang itu dengan suara bulat pada tanggal 20 Mei.Jika ditandatangani oleh Presiden Rodrigo Duterte, itu akan menjadi pesta Maria kedua yang dinyatakan sebagai hari libur di Filipina.

Tanggal 8 Desember dinyatakan sebagai hari libur pada tahun 2017 untuk menandai Pesta Maria Dikndung Tak Bernoda.Selama pesta tahun lalu, Duterte mengingatkan orang Filipina agar tetap rendah hati dan setia “untuk rakyat.”

Dia memberi hormat kepada Maria dan menggambarkannya sebagai figur yang tidak mementingkan diri sendiri ketika dia menerima undangan untuk menjadi ibu Yesus Kristus sehingga rencana keselamatan direalisasikan.

Dia menyebut Maria sebagai lambang iman dan sumber inspirasi bagi banyak orang Kristen, terutama selama masa-masa sulit.

Namun, beberapa hari sebelum perayaan, Duterte menyampaikan dalam bentuk lelucon bahwa para uskup “harus dibunuh” karena mengkritik pemerintahannya.

Beberapa pemimpin gereja menyambut liburan yang diusulkan.

“Saya hanya berharap devosi [para politisi] kepada Maria dierjemahkan ke dalam pelayanan tulus kepada orang-orang dan praktik nyata nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan pribadi dan jabatan mereka,” kata biarawati Benediktin, Mary John Mananzan.

Uskup Balanga Mgr Ruperto Santos mengatakan apa yang dilakukan legislator adalah kabar baik yang sangat menginspirasi dan menarik dan mewakili budaya Filipina yang “pro-Tuhan” dan “pro-ibu.”

“Senat secara sah melakukan apa yang kita sebagai orang Filipina sayangi dalam hati kita. Senat secara terbuka menyatakan bahwa negara kita adalah pencinta Maria,” kata Uskup Santos, kepala Komisi Episkopal untuk Migran dan Orang-Orang Perantauan.

Uskup Agung Fernando Capalla, uskup emeritus Davao, mengatakan bahwa sementara deklarasi itu disambut dan dirpuji, masih ada satu reaksi: mengapa?

“Mengapa menjadikan perayaan keagamaan yang murni Katolik sebagai hari libur nasional?” tanya Uskup Agung Capalla.

Anggota Kongres Rodolfo Farinas, penulis RUU itu, mengatakan liburan itu bertujuan untuk memungkinkan umat Katolik menghormati dan melakukan devosi kepada Bunda Maria.

Legislator itu menekankan apa yang ia gambarkan sebagai devosi umat yang kuat dan mendalam kepada Bunda Maria yang tercermin dalam perayaan.

Paus Pius XII menyatakan Perawan Maria sebagai pelindung utama Filipina dalam surat apostolik pada 12 September 1942.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi