UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal di India Diperiksa Terkait Tuduhan Menutupi Kasus Pelecehan

Mei 23, 2019

Kardinal di India Diperiksa Terkait Tuduhan Menutupi Kasus Pelecehan

Kardinal Oswald Gracias saat ini menjabat sebagai Ketua Konferensi Waligereja India. (Foto oleh Vincenzo Pinto/AFP)

Pengadilan di India barat telah memulai penyelidikan apakah Kardinal Oswald Gracias dari Bombay dan dua uskup pembantunya gagal mengambil tindakan atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Ada klaim bahwa ketiganya tidak menerapkan tindakan disipliner atau melaporkan kejahatan tersebut ke polisi.

Pengadilan khusus yang menangani kasus-kasus seperti itu pada 21 Mei meminta polisi untuk menyelidiki peran kardinal dan para pembantunya, Uskup Dominic Savio dan Uskup John Rodrigues.

“Kami menyambut baik penyelidikan polisi,” kata juru bicara Keuskupan Agung Pastor Nigel Barrett. “Tidak ada yang kami sembunyikan.”

Dia mengatakan otoritas gereja telah berniat melaporkan masalah tersebut ke polisi tetapi orang tua korban melakukannya terlebih dahulu.

Pastor Lawrence Johnson, 55 tahun, dari keuskupan agung Bombay , ditangkap 2 Desember 2015, dan dituduh terlibat dalam “kegiatan seksual yang tidak biasa” dengan seorang bocah lelaki berusia 13 tahun.

Polisi juga menuduhnya melanggar Undang-undang Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual (POCSO). Imam itu tetap di tahanan sementara kasus-kasus terhadapnya disidangkan.

Polisi menangkap Pastor Johnson berdasarkan pengaduan orang tua anak tersebut.Polisi mengatakan bahwa setelah doa pada 27 November 2015, pastor membujuk bocah itu masuk ke sebuah kamar lalu menutup pintu sebelum melakukan pelecehan seksual padanya.

Pemeriksaan medis terhadap bocah itu empat hari kemudian membenarkan ada cedera pada bagian pribadinya, demikian diungkapkan pengadilan.Ayah anak itu menuduh bahwa otoritas gereja, meskipun mengetahui kejahatan itu, menyembunyikannya dan tidak menindak terdakwa.

Salah satu pasal Undang-Undang POCSO menetapkan hukuman penjara maksimum satu tahun untuk setiap orang yang bertanggung jawab atas sebuah lembaga yang gagal melaporkan kepada polisi dugaan pelanggaran seksual oleh bawahan terhadap anak di bawah umur.

Juru bicara keuskupan agung itu, dalam catatan terperinci, mengatakan kardinal memindahkan pastor itu dari jabatannya pada 30 November 2015, segera setelah dia mengetahui tentang keluhan itu dan memulai penyelidikan gereja.

“Kardinal mencoba menghibur orang tua,” kata Pastor Barrett.

Pada malam yang sama, Kardinal itu akan pergi ke Roma, jadi dia meminta Uskup Auksilier Rodrigues untuk menangani masalah ini.

Kardinal telah menelepon uskup pembantu dari Roma segera setelah ia mendarat untuk menanyakan rencana memberitahu polisi.

Uskup Rodrigues mengatakan kepada kardinal bahwa polisi telah diberitahu oleh keluarga malam sebelumnya, kata Pastor Barrett.

Seorang imam senior dari keuskupan agung bersama dengan seorang animator dari paroki bertemu ayah dari anak itu di rumah mereka dalam upaya untuk memastikan bagaimana mereka dapat membantu dia atau anaknya, tetapi dikatakan bahwa tidak perlu.

Orang-orang Gereja juga menawarkan bantuan medis dan konseling, tetapi ayah korban hanya mengatakan terima kasih dan menolak tawaran itu.

“Banyak upaya lain dilakukan untuk menjangkau korban, tetapi keluarga itu menolak bantuan,” kata Pastor Barrett.

Dia mengatakan kepada ucanews.com bahwa pengacara keuskupan agung sedang mempelajari bagaimana “kasus 4 tahun itu tiba-tiba dapat angin segar lagi.”

Menurut para pengacara, belum ada perintah pengadilan langsung terhadap kardinal atau uskup lainnya, hanya arahan kepada polisi untuk memeriksa laporan dari ayah anak itu.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi