UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

KWI Minta Semua Pihak Jaga Keamanan Pasca Pemilu

Mei 23, 2019

KWI Minta Semua Pihak Jaga Keamanan Pasca Pemilu

Uskup Agung Ende Mgr Vinsentius Sensi Potokota, Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia meminta semua elemen masyarakat untuk menjaga kesatuan dan perdamaian pasca pemilu. (Konferensi Waligereja Indonesia)

Konferensi Waligereja Indonesia meminta semua pihak untuk menjaga keamanan dan menyikapi hasil pemilihan presiden dengan arif. Hal itu merespon aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada 22 Mei, di mana enam orang meninggal dan lebih dari 200 orang terluka.

Meskipun kondisi di Jakarta sudah mulai normal pasca aksi demonstrasi yang mulai berlangsung sejak 21 Mei pagi setelah pengumuman resmi yang mengonfirmasi kemenangan Presiden Joko Widodo untuk periode kedua, namun polisi masih berjaga ketat di sejumlah lokasi penting, termasuk istana dan kantor penyelenggara pemilu.

Aksi massa yang menjadi brutal berujung pada pembakaran kantor polisi, perusakan kantor Badan Pengawas Pemilu dan perusakan sejumlah fasilitas umum di Jakarta.

Uskup Agung Ende, Vinsentius Sensi Potokota, Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia menyatakan dalam pernyataan pada 23 Mei, “semua elemen bangsa, hendaknya tetap mengedepankan cara-cara damai dalam menyalurkan aspirasi, mengungkapkan kekecewaan, dan menyelesaikan berbagai perselisihan terkait dengan Pemilu.

“Penggunaan kekerasan tidak hanya menciderai nilai-nilai demokrasi tetapi juga bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi kerukunan dan persaudaraan dalam perbedaan,” katanya.

Ia mengatakan, semua semua pihak mesti “menghormati dan mentaati konstitusi” sebagai payung bersama.

“Masyarakat juga harus percaya dengan aparat penegak hukum sambil ikut mengawasinya dengan cara-cara yang beradab,” katanya.

Ia juga meminta para elit politik, tokoh agama dan masyarakat turut terlibat aktif dalam menciptakan suasana tenang dan damai, dengan memberikan pencerahan yang mendorong terwujudnya rekonsiliasi sosial dan seruan-seruan yang menyejukkan sehingga masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan serta hasutan untuk melakukan kekerasan.

“Para tokoh tersebut tidak hanya menjadi pemimpin tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai moral, etika, dan jati diri bangsa,” tegasnya.

Pastor Paulus Christian Siswantoko, sekertaris eksekutif Komisi Kerawan KWI mengatakan, “para elit politik mesti menunjukkan diri mereka sebagai negarawan yang peduli pada kehidupan bangsa dan tidak hanya menjadi politisi yang hanya mengejar kekuasaan.”

Sementara itu, Ahmad Helmy Faishal Zaini, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, mengatakan aksi demonstrasi ini telah ditunggangi oleh para penumpang gelap.

“Ada yang menghendaki Indonesia kacau,” katanya.

Ia mengajak anggotanya untuk fokus menghayati Ramadan dan membantu orang lain.

”Kami minta semua warga NU untuk tidak terpancing,” tambah Helmy.

Sementara itu Haedar Nasir, Ketua Umum Muhammadiyah, organisasi Islam besar terbesar kedua mengatakan, tragedi ini harus diusut dituntas, melalu jalur hukum yang berlaku.

Ia juga meminta anggota Muhammadiyah agar tidak mudah terprovokasi dengan pesan-pesan provokatif melalui media sosial.

Irma Riana Simanjuntak dari bagian humas Persatuan Gereja-gereja Indonesia menyatakan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban dan berharap pelaku anarkisme bisa diamankan.

“Kami berharap agar dilakukan penyidikan secara profesional dan tidak menuduh aparat sebagai pelaku. Dalam SOP, jelas bahwa polisi tidak dipersenjatai dengan peluru tajam. Kami menghargai dan mendukung kerja keras semua pihak khususnya TNI-Polri dalam menjamin keselamatan dan kedamaian dalam masyarakat,” katanya.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamaan, Wiranto menyatakan sudah mengetahui dalang yang berada di balik kerusuhan dan berjanji akan menindaklanjutinya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi