UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Filoni dari Vatikan Kunjungi Sri Lanka

Mei 24, 2019

Kardinal Filoni dari Vatikan Kunjungi Sri Lanka

Kardinal Fernando Filoni (kiri) dan Kardinal Malcolm Ranjith berbicara kepada personel Angkatan Laut di tempat doa St. Antonius di Kochchikade, Kolombo, pada 22 Mei. Pemerintah telah menyumbangkan tanah dari daerah pelabuhan Kolombo kepada Gereja untuk memungkinkan mereka menyediakan dapur umum baru, museum dan tempat parkir, setelah pemboman bunuh diri Paskah yang melanda tiga gereja dan tiga hotel mewah di negara itu. (Foto: ucanews.com)

Salah seorang pejabat tinggi Vatikan mengadakan  kunjungan tak terduga ke Sri Lanka untuk menunjukkan solidaritas dengan umat Katolik yang masih belum pulih dari bom bunuh diri saat Paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 400 orang.

Kardinal Fernando Filoni, prefek Kongregasi Evangelisasi Vatikan, mengatakan selama perjalanan tiga hari mulai 22 Mei bahwa sudah waktunya fokus membangun kembali bangsa.

Kardinal itu mengecam pemboman 21 April di sejumlah hotel mewah dan gereja-gereja di ibukota Kolombo dan Negombo oleh para ekstremis lokal yang berafiliasi dengan ISIS  sebagai serangan terhadap negara itu, bukan hanya ditujukan kepada orang Kristen.

“Apa yang terjadi pada Minggu Paskah itu bukan hanya serangan terhadap beberapa orang atau agama, itu adalah serangan terhadap rakyat Sri Lanka,” katanya.

Prelatus itu terbang ke Kolombo setelah melakukan perjalanan ke Thailand untuk merayakan 350 tahun misi Gereja ke Siam, di mana ia menyoroti tantangan yang dihadapi dalam upaya evangelisasi di seluruh Asia.

Saat berkunjung ke tempat doa St. Antonius di Kochchikade, Kolombo, ia berbicara dengan beberapa anggota keluarga yang berduka akibat serangan Paskah.

“Saya berada di sini pertama-tama  membawa kalian lebih dekat ke Paus Fransiskus,” katanya di tempat suci di mana ledakan pertama terjadi. Sekarang tempat itu sedang direnovasi dengan bantuan Angkatan Laut Sri Lanka.

Jadwal utusan Vatikan itu termasuk mengunjungi  tiga kota besar yang menjadi sasaran para teroris, termasuk Batticaloa di sebelah  timur negara itu, dan pertemuan dengan berbagai imam dan tokoh sipil serta tokoh agama.

Di Gereja St. Sebastian di Negombo, yang menderita korban terbanyak, ia akan mengambil bagian dalam upacara peletakan batu pertama untuk membangun sebuah kapel pemakaman baru.

Kardinal juga bergabung dengan acara peletakan batu pertama untuk sebuah museum di mana relikwi St. Antonius akan diletakan. Bangunan itu akan mencakup dapur umum yang akan menyediakan makanan gratis bagi hampir 200 orang dari semua agama setiap hari.

Kardinal Fernando Filoni (kiri) berjalan bersama Kardinal Malcolm Ranjith, uskup agung Kolombo, selama kunjungan mereka ke gereja-gereja yang dibom. (Foto: ucanews.com)

Otoritas Pelabuhan Sri Lanka, lembaga pemerintah yang mengelola pelabuhan, menyumbangkan tanah itu. Angkatan Laut akan menangani pembangunannya.

Kardinal Filoni mengatakan sudah waktunya bagi orang-orang dari semua agama untuk bekerja sama membuat Sri Lanka lebih kuat dan bersatu.

Dia mengatakan kepada sekelompok pekerja dari angkatan laut, “tanganmu membangun misi di mana orang memuji Tuhan” dan menggambarkan gereja baru yang mereka bangun sebagai “rumah harapan bagi semua agama.”

Mengacu pada tempat doa St Antonius, Kardinal Filoni mengatakan, “(Itu) bukan hanya tempat suci bagi umat Katolik, tetapi bagi umat Buddha, Hindu, Muslim, dan Kristen. Itu seperti sebuah rumah untuk keluarga besar Sri Lanka ini.”

“Dan kami berharap ke depan akan menjadi rumah bagi semua. Rumah tanpa pintu, tanpa jendela – terbuka. Ini terbuka untuk semua orang yang ingin datang ke sini menemukan tangan Yesus yang terbuka, atau berkat St. Antonius, dan mendamaikan hati mereka, pikiran mereka, masalah mereka,” katanya.

Kardinal itu mengatakan tempat suci  di jantung ibukota selamanya akan dianggap sebagai rumah para martir.

“Kita percaya bahwa mereka yang meninggal adalah martir dari iman mereka.”

Satu bulan setelah serangan, Sri Lanka masih menderita.

Bentrokan komunal menewaskan seorang pria pada 13 Mei setelah kerusuhan yang dipimpin oleh kelompok-kelompok yang sebagian besar warga Sinhala pecah di distrik Kurunegala barat laut. Banyak toko dan pabrik yang dikelola Muslim juga diserang.

Para pemimpin agama setempat menyerukan warga tetap tenang, dan kebanyakan orang sudah mulai kembali bekerja dan sekolah pada pertengahan Mei.

Kardinal Malcolm Ranjith bersama  Kardinal Filoni selama perjalanannya, demikian juga Uskup Anton Jayakody, Uskup Maxwell Frenville Silva, para uskup auksilier, imam, dan menteri pemerintahan.

Kardinal Filoni, seorang ahli dalam urusan Cina dan Timur Tengah, melayani sebagai Nuncio Apostolik Sri Lanka  tahun 1981-1983.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi