UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Bruder Redemptoris Vietnam Dikenang Karena Kesederhanannya

Mei 28, 2019

Bruder Redemptoris Vietnam Dikenang Karena Kesederhanannya

Seorang imam Redemptoris mendupa peti mati Bruder Peter Dinh Van Thao pada saat pemakamannya di Gereja Maria Bunda Penolong Abadi di Kota Ho Chi Minh pada 24 Mei. (ucanews.com)

Umat Katolik di Vietnam selatan memberi penghormatan kepada seorang Bruder Redemptoris karena melakukan hal-hal sederhana yang membawa kebahagiaan bagi banyak orang dan melindungi lingkungan.

Ratusan orang menghadiri pemakaman Bruder Peter Dinh Van Thao CSsR yang sangat dicintai pada 24 Mei di Gereja Maria Bunda Penolong Abadi di Kota Ho Chi Minh.

Bruder Thao meninggal karena usia tua, 98 tahun pada 22 Mei di sebuah rumah untuk para pensiunan anggota Redemptoris di kota itu.

Pastor Peter Nguyen Van Khai CSsR mengatakan bahwa Bruder Thao bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah pasar di Distrik Can Gio Kota Ho Chi Minh selama 20 tahun. Awalnya dia bekerja sukarela, namun kemudian dia dibayar oleh otoritas setempat.

Pastor Khai mengatakan, Bruder Thao kemudian secara sukarela memperbaiki jalur sepanjang 600 meter yang menghubungkan sebuah gereja dengan pasar. Penduduk setempat menunjukkan rasa terima kasih mereka dengan menyebut jalan itu sebagai “Gang Bruder.”

Pastor itu mengatakan bahwa Bruder Thao biasa memberitahunya bahwa dia ingin semua orang bahagia, terlepas dari iman mereka, di mana mereka mencintainya dan memberinya hadiah dan makanan. Bruder itu kemudian menawarkannya kepada orang lain yang membutuhkan.

Pastor Khai mengatakan bahwa Bruder Thao menjadi yatim piatu ketika dia masih kecil dan diadopsi oleh keluarga Katolik. Dia mengalami penderitaan, jadi dia mencintai mereka yang membutuhkan.

Dia mengatakan bahwa rekannya itu menjalani hidup sederhana, suka berjalan dengan kaki telanjang dan seorang pendoa yang senang melayani orang lain.

Pastor Joseph Nguyen Ngoc Bich, superior jenderal Redemptoris Vietnam mengatakan bahwa Frater Thao baru berhenti bekerja ketika dia berusia 95 tahun.

Pastor Bich mengatakan bahwa Bruder Thao pernah tidak diizinkan meninggalkan biara karena ia dikira sebagai seorang pengemis di tempat-tempat umum. 

“Tapi dia tidak pernah memiliki mengeluh,” katanya dalam homilinya saat pemakaman.

“Saya mengenal almarhum bruder selama 60 tahun dan memanggilnya ‘Bruder grobak dorong’,” kata Thao Mary Nguyen Kim Phuong, seorang wanita setempat, kepada ucanews.com.

Phuong, 70, mengatakan Bruder Thao membersihkan lingkungan dengan membawa gerobak dorong, membersihkan halaman gereja dan mengumpulkan barang-barang bekas di jalanan.

Bruder Thao menjadi tentara sebelum memasuki biara Redemptorist di Hanoi pada tahun 1950. Setelah kaul kekal pada tahun 1959, ia bekerja di banyak tempat di seluruh Vietnam sampai ia pensiun pada tahun 2016.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi