UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam Claretian Ditahbiskan Menjadi Uskup di Wilayah Konflik Filipina

Mei 28, 2019

Imam Claretian Ditahbiskan Menjadi Uskup di Wilayah Konflik Filipina

Uskup Leo Dalmao berbicara setelah pemasangannya, di Isabela, di Pulau Basilan pada 24 Mei. (Foto oleh Maria Tan)

Provinsi Basilan di Filipina selatan, yang menjadi pusat kegiatan pemberontakan oleh berbagai kelompok ekstremis Islam dalam beberapa tahun terakhir, memiliki uskup baru.

Misionaris Claretian Leo Dalmao ditahbiskan sebagai uskup keempat Keuskupan Isabela, ibukota provinsi pulau itu, pada 24 Mei.

Uskup Dalmao, 49, menggantikan Uskup Martin Jumoad yang diangkat menjadi uskup Ozamiz pada 2016. Dia menjadi misionaris Claretian Filipina pertama yang menjadi uskup.

Para uskup, pastor, biarawati, dan umat awam dari seluruh wilayah Mindanao, Filipina selatan dan anggota tarekat Claretian menghadiri upacara tahbisan.

Dalam pesannya kepada orang-orang Basilan, Uskup Dalmao mengenang mereka yang telah mati demi mempertahankan iman mereka di provinsi itu.

“Saya ingat petani miskin, nelayan, Muslim, Kristen, orang-orang suku yang telah mati sebagai korban konflik yang tidak berperikemanusiaan ini,” kata uskup baru itu merujuk pada pemberontakan.

“Bagi mereka yang terus berdiri teguh dalam iman … dari Anda saya belajar bagaimana hidup di tengah kesulitan masyarakat,” katanya. “Saya merasa terhormat bisa kembali dan berbagi kehidupan dengan kalian lagi.”

Dalmao melayani sebagai prefek jendereral pembinaan Misionaris Claretian di Roma ketika Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai uskup Isabela pada 25 Maret.

Setelah tahbisan imamatnya pada tahun 1997, uskup baru ditugaskan ke Basilan di mana ia mengelola sebuah proyek untuk orang-orang suku Samal-Badjau, juga dikenal sebagai gipsi laut di Mindanao.

Dari Basilan, ia diangkat sebagai prefek mahasiswa pada tahun 2000 dan tiga tahun kemudian, menjadi pembibing novis dan prefek pembinaan Claretian Provinsi Filipina.

Pada 2010, ia terpilih sebagai provinsial Claretian. Dia juga menjabat sebagai ketua Konferensi Pemimpin Tinggi Tarekat Religius Filipina sampai pemilihannya sebagai anggota dewan Claretian pada tahun 2005.

Prelatur Isabela didirikan pada tahun 1963 dan terdiri dari seluruh Pulau Basilan dengan 400.000 penduduk, sekitar 30 persen di antaranya adalah Katolik.

Pada 24 Oktober 1963, Monsinyur Jose Maria Querejeta, seorang Claretian, menjadi uskup pertama. Hingga saat ini, Claretian hadir di tiga lokasi di pulau itu yang mengelola sekolah dan paroki.

“Kami senang bahwa kami memiliki uskup baru,” kata Uskup Jumoad yang menyampaikan homili selama perayaan itu. “Saya senang dengan pengangkatannya,” katanya.

Uskup Dalmao lahir pada 1 Desember 1969. Ia bergabung dengan Claretian pada tahun 1986 dan belajar filsafat di Kolese St. Anthony Mary Claret di Quezon City.

Dia mengucapkan kaul religius pertamanya pada 3 Mei 1992, di Kota Zamboanga. Ia menyelesaikan studi teologinya di Loyola School of Theology di Quezon City.

Kaul kekal dilakukannya pada 16 Juli 1996, dan ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Querejeta pada 31 Mei 1997.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi