UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam Pakistan Dapat Penghargaan Atas Jasanya Bagi Dialog Kristen-Muslim

Mei 29, 2019

Imam Pakistan Dapat Penghargaan Atas Jasanya Bagi Dialog Kristen-Muslim

Romo James Channan saat menyampaikan sambutan pada Konferensi Lintas-Iman di Lahore pada 17 Mei. (Foto: Romo Channan)

Seorang romo mendapat penghargaan dari pemerintah Pakistan atas “karya-karya teladan” dalam mempromosikan kerukunan antaragama dan perdamaian di negaranya dan juga di dunia.

Romo James Channan – imam Dominikan yang telah menghidupi spiritualitas St. Domikus sejak 50 tahun lalu – menerima penghargaan tersebut saat Konferensi Lintas-Iman 2019 di Lahore pada 17 Mei. Konferensi ini dihadiri lebih dari 300 orang termasuk umat Hindu, Islam, Kristen dan Sikh.

Noor-ul-Haq Qadri, menteri federal untuk urusan agama dan kerukunan antaragama, menganugerahkan penghargaan tersebut kepada Romo Channan.

“Banyak orang membantu saya sampai pada titik ini. Saya bersyukur kepada Tuhan dan menyampaikan terima kasih kepada umat Katolik dan komunitas Ibn-e-Mariam Vice Province of Pakistan dan semua teman saya,” kata Romo Channan.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Muslim yang selalu mendukung saya dan karya-karya saya dan terus memberi apresiasi kepada saya untuk melanjutkan misi saya dalam mempromosikan perdamaian dan kerukunan di kalangan masyarakat Pakistan,” lanjutnya.

“Saya secara aktif berkarya dalam misi ini untuk membangun jembatan antara umat Kristen dan umat beragama lain khususnya bersama Saudara-Saudari Muslim, tetapi saya masih melihat ada kebutuhan mendesak akan dialog antaragama,” katanya.

Romo Channan mengatakan karya-karyanya dalam mempromosikan perdamaian dan kerukunan antaragama memberi kedamaian dan kepuasan batin.

“Saya terus memikirkan cara-cara untuk menyatukan umat dari berbagai agama guna membantu mereka memupuk dan memperkokoh perdamaian di antara mereka,” katanya.

“Setiap orang adalah tetangga saya, dan menjadi seorang pengikut Yesus Kristus, saya harus mengasihi sesama – ini yang terus memotivasi saya dan membuat saya bertekun dalam karya-karya saya. Kita harus selalu menyampaikan pesan bahwa kita adalah satu keluarga umat manusia meskipun berbeda agama dan keyakinan. Namun dengan menghidupi iman kita, kita harus mempromosikan cinta kasih, persatuan dan perdamaian,” lanjutnya.

Romo Channan adalah direktur Pusat Perdamaian di Lahore. Lembaga ini diresmikan oleh mendiang Kardinal Jean-Louis Tauran yang saat itu menjabat sebagai ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.

“Saya berkarya untuk menyediakan fasilitas bagi semua orang dari berbagai profesi dan usia supaya mereka duduk bersama dalam dialog yang membantu menyingkirkan diskriminasi, fundamentalisme dan ekstremisme dari masyarakat kita,” katanya.

Romo Channan juga menjabat sebagai koordinator regional United Religions Initiative (URI) di Asia. URI melayani 109 negara termasuk Pakistan.

“Kita punya 63 kelompok aktif para tokoh agama, pengacara, jurnalis, orang muda, perempuan dan anak-anak. Pusat Perdamaian kami selalu menyediakan program atau kegiatan untuk mempromosikan perdamaian, kerukunan lintas-iman, kerukunan antaragama dan dialog Kristen-Muslim,” katanya.

Romo Channan – yang menyandang gelar lisensiat untuk Studi Islam dan Arab – mengatakan ia telah memutuskan untuk mempromosikan persatuan Kristen-Muslim ketika ia tengah menempuh studi teologi di Karachi pada 1978.

“Melihat diskriminasi dalam masyarakat, saya memutuskan bahwa saya akan berusaha meruntuhkan tembok kebencian dan mempromosikan penerimaan dan persaudaraan di kalangan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, budaya dan suku,” lanjutnya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi