UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas Manila Sambut Baik UU Anti-Kemiskinan

Mei 30, 2019

Caritas Manila Sambut Baik UU Anti-Kemiskinan

Sebagian besar dari 11 juta orang Filipina yang menganggap diri mereka miskin yang hidup dalam komunitas yang terlalu padat di kota-kota besar di Filipina. (Foto: Basilio Sepe)

Kelompok bantuan sosial Keuskupan Agung Manila menyambut baik diberlakukannya undang-undang (UU) yang bertujuan untuk mengangkat kehidupan orang miskin dan mengatasi kelaparan di Filipina.

Pemerintah mengumumkan pekan lalu bahwa Presiden Rodrigo Duterte telah menandatangani UU yang disebut “Magna Carta of the Poor” – dinamai setelah piagam hak yang ditandatangani oleh Raja John dari Inggris tahun 1215 – memberi mereka yang berjuang untuk mencari nafkah lebih mudah akses ke layanan pemerintah.

“UU itu menunjukkan pemerintahan yang baik, memperhatikan  orang miskin dan terpinggirkan,” kata Pastor Anton Pascual, direktur eksekutif Caritas Manila.

“Kami mengucapkan selamat dan mendukung Presiden Duterte 100 persen dalam penandatanganannya yang berani atas Magna Carta for the Poor  ini,” tambahnya.

Di bawah UU baru ini, pemerintah diharuskan untuk memprioritaskan program-program untuk orang miskin yang menyangkut penyediaan makanan, tempat tinggal, mata pencaharian, pendidikan dan perawatan kesehatan.

Namun, Pastor Pascual menyatakan keprihatinan tentang bagaimana hukum itu akan diterapkan, dengan mengatakan bahwa waktu, sumber daya, dan efisiensi lembaga-lembaga pemerintah “selalu menjadi masalah.”

UU tersebut mengamanatkan departemen kesejahteraan sosial pemerintah dan lembaga-lembaga lain untuk mengidentifikasi penerima manfaat dari program pemerintah untuk orang miskin.

“Kami berharap bahwa lembaga pemerintah memiliki waktu dan sumber daya untuk mengimplementasikannya,” kata imam itu.

Inisiatif baru ini bertujuan untuk membantu orang miskin Filipina memenuhi kebutuhan dasar mereka. Ini menjamin hak-hak orang miskin atas makanan yang memadai, pekerjaan layak, pendidikan yang relevan dan berkualitas, perumahan, dan standar kesehatan mental dan fisik tertinggi yang dapat dicapai.

UU  baru tersebut mecakup  mereka yang pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan sebagaimana didefinisikan oleh Otoritas Ekonomi dan Pembangunan Nasional pemerintah.

Sebuah survei oleh Stasiun Cuaca Sosial pada kuartal terakhir tahun 2018, mengungkapkan sekitar 11,6 juta keluarga Filipina menganggap diri mereka miskin.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi