UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Aktivis Katolik di Vietnam Diculik Polisi

Mei 31, 2019

Aktivis Katolik di Vietnam Diculik Polisi

Nguyen Nang Tinh (kiri) diberikan hadiah pada Hari Guru pada 20 November 2018. (Foto milik Tinh Nguyen)

Polisi di Vietnam dituding menculik seorang aktivis Katolik yang dikenal banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan amal.

Nguyen Thi Tinh mengatakan bahwa suaminya Nguyen Nang Tinh ditangkap dan didorong ke dalam truk oleh polisi saat dia dan dua putra mereka sedang dalam perjalanan untuk sarapan pada 29 Mei.

Dia mengatakan polisi kemudian meminta mertua laki-lakinya untuk mengambil dua putra mereka di kantor polisi. Putra sulungnya baru berusia 7 tahun.

Nang Tinh, 43, telah membawa kedua putranya ke rumah mereka di Kota Vinh, ibukota Provinsi Nghe An, dari Kota Ho Chi Minh tempat dia bekerja.

Dia mengatakan polisi “tidak punya hati memisahkan anak-anak dari ayah mereka.” 

Wanita itu mengatakan mereka tidak melakukan kesalahan. Dia mengatakan penegak hukum seharusnya bertindak sesuai dengan hukum dan hati nurani mereka.

Para blogger yang didukung pemerintah melaporkan bahwa Nang Tinh ditangkap karena bergabung dengan kelompok pro-demokrasi Viet Tan yang berbasis di Amerika Serikat. Vietnam mengkategorikan kelompok itu sebagai pembangkang dan organisasi teroris.

Mereka mengatakan polisi menggeledah rumah Nang Tinh dan mengambil barang-barangnya terkait dengan “kejahatannya”.

Mereka juga mengancam akan menangkap aktivis lain termasuk Pastor Anthony Dang Huu Nam dan John Baptist Nguyen Dinh Thuc, yang mereka gambarkan sebagai pembelot.

Blogger Paul Tran Minh Nhat mengatakan keluarga Nang Tinh belum diberi tahu mengapa dia ditangkap.

Nhat mengatakan Nang Tinh, yang mengajar musik di perguruan tinggi umum budaya dan seni di Vinh City, adalah seorang pria yang ramah dan kerap terlibat dalam kegiatan-kegiatan terkait isu hak, keadilan, budaya dan agama di paroki di Keuskupan Vinh. Dia bahkan memberikan dukungan material dan spiritual kepada para korban ketidakadilan sosial.

Dia menderita batu ginjal dan telah merencanakan perawatan medis sebelum penangkapannya.

Pada tanggal 29 Mei, ratusan umat Katolik berkumpul di Gereja My Khanh di provinsi itu untuk berdoa bagi Nang Tinh agar berani menjadi saksi keadilan dan kebenaran.

Saat memimpin pertemuan khusus itu, Pastor Nam mengatakan kepada masyarakat bahwa “Saya akan bahagia jika komunis membenci, menganiaya, memenjarakan atau membunuh saya seperti yang mereka katakan karena dengan cara itu saya tahu saya milik Tuhan, Gereja, kebenaran dan Anda sekalian. ”

Vietnam menahan 128 tahanan politik, menurut laporan terbaru Amnesty International.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi