UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Tekankan Ketidaksetaraan Sebagai Ancaman Terhadap Demokrasi

Juni 6, 2019

Paus Tekankan Ketidaksetaraan Sebagai Ancaman Terhadap Demokrasi

Seorang umat melambaikan bendera Argentina ketika Paus Fransiskus tiba untuk audiensi umum mingguan pada 5 Juni di Lapangan St. Petrus di Vatikan. (Foto: Vincenzo Pinto/APF)


Satu ancaman terbesar terhadap demokrasi adalah normalisasi ketidakadilan sosial dan ketidaksetaraan ekonomi, keduanya masih sangat terabaikan sehingga orang-orang yang terdampak melakukan aksi protes kemudian dicap sebagai pembuat onar yang berbahaya, kata Paus Fransiskus.

Orang miskin dan lemah sering tidak dipedulikan oleh para penguasa, kata Paus Fransiskus pada 4 Juni di Vatikan saat bertemu para hakim dari Amerika Utara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Sementara teknologi menawarkan “kenikmatan yang berlimpah dan menyenangkan kepada sedikit orang yang bahagia,” kata Paus Fransiskus, ribuan orang miskin bahkan tidak memiliki rumah yang layak.

“Sistem politik ekonomi, terkait perkembangannya yang baik, harus memastikan bahwa demokrasi bukan sekedar soal nominal tetapi bisa diungkapkan dalam aksi-aksi konkret yang menjaga martabat semua orang atas dasar kebaikan bersama, dalam sebuah panggilan akan solidaritas dan keberpihakan kepada orang miskin,” lanjut Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus berbicara pada hari terakhir “”Pan-American Judges Summit” yang digelar pada 3-4 Juni dan yang disponsori oleh Akademi Kepausan untuk Ilmu Sosial. Bertema “Hak Sosial dan Doktrin Fransiskan,” pertemuan tersebut berfokus pada solusi untuk mengatasi ketidaksetaraan dan menjamin hak masyarakat untuk tierra, techo y trabajo (tanah, rumah dan pekerjaan).

Paus Fransiskus berterima kasih kepada peserta pertemuan atas karya mereka dalam membela hak semua orang khususnya orang-orang yang paling lemah. Para hakim “membantu negara untuk tidak meninggalkan fungsi yang paling mulia dan utama: menjaga kesejahteraan warga mereka.”

Semakin berkurangnya perhatian terhadap hak-hak sosial – yang seringkali dianggap oleh sejumlah orang sebagai “doktrin” karena “kuno, tidak moderen dan tidak memberi kontribusi kepada masyarakat” – adalah alasan untuk memberikan perhatian, kata Paus Fransiskus kepada para hakim.

“Ketidakadilan dan ketiadaan peluang nyata dan konkret,” khususnya setelah “begitu banyak analis yang tidak mampu berjalan dengan kaki orang lain – dan saya katakan kaki, bukan sepatu karena di banyak kasus mereka tidak punya banyak analisa – juga merupakan sebuah bentuk penyamarataan kekerasan: tenang tetapi merupakan kekerasan,” kata Paus Fransiskus.

“Jiwa warga kita berada dalam bahaya,” kata Paus Fransiskus kepada para hakim.

Para hakim, kata Paus Fransiskus, berperan penting dalam mempromosikan atau menjaga keadilan sosial khususnya dalam “membela dan memprioritaskan hak-hak sosial di atas segala kepentingan lainnya.”

“Kalian memiliki peran penting,” kata Paus Fransiskus. “Ijinkan saya memberitahu kalian bahwa kalian adalah penyair: kalian adalah penyair sosial jika kalian tidak takut menjadi protagonis dalam transformasi sistem peradilan berdasarkan keberanian, keadilan and harkat martabat manusia,” kata Paus Fransiskus.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi