UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Mendiang Imam Vietnam Dikenang Sebagai Sumber Inspirasi

Juni 12, 2019

Mendiang Imam Vietnam Dikenang Sebagai  Sumber Inspirasi

Umat Katolik foto bersama di depan foto Pastor Vincent Nguyen Van Trong di Gereja Yen Bai pada 10 Juni. (Foto: Joseph Nguyen)

Pastor Vincent Nguyen Van Trong telah meninggal 25 tahun lalu, tetapi namanya terus dikenang oleh banyak orang, terutama oleh mereka yang dibimbingnya menjadi imam dan religius.

Sekitar 500 orang menghadiri Misa di Provinsi Yen Bai pada 10 Juni untuk menandai peringatan 25 tahun wafatnya imam itu.

Lima belas pastor merayakan Misa di Gereja Yen Bai untuk menghormati Pastor Trong yang aktif melakukan upaya evangelisasi selama masa-masa sulit di Vietnam utara. Setelah Misa, umat Katolik berdoa di makamnya di halaman gereja.

Pastor Trong, anggota Kongregasi Mother Coredemptrix mulai bertugas di provinsi itu pada tahun 1941, ketika ia berusia 18 tahun.

Mary Nguyen Thi Thuy dari Cang Huong Ly mengatakan sebelum ditahbiskan, Trong menyamar sebagai pedagang obat herbal sehingga ia dapat mendekati desa-desa warga sukukarena para pastor setempat dilarang mengunjungi mereka.

Thuy, 53, mengatakan bahwa Pastor Trong adalah seorang gembala yang baik dan bersahabat dengan semua orang.

“Saya mengikuti pelayanannya dengan melatih katekis di paroki sejak 1992,” katanya.

Pastor Trong ditahbiskan sebagai imam bagi Keuskupan Hung Hoa pada tahun 1978 dan melayani Paroki Yen Bai sampai ia meninggal pada tahun 1994.

Pastor Michael Le Van Hong mengatakan bahwa Pastor Trong aktif dalam mempromosikan panggilan religius di kalangan masyarakat setempat. Mendiang imam itu melakukan ini meskipun semua seminari dan lembaga di Vietnam utara ditutup atau disita oleh komunis, kata Pastor Hong.

Ketika komunis melonggarkan kebijakan anti-agama mereka pada akhir 1980-an, Pastor Trong mengirim beberapa calon muda untuk belajar di seminari tinggi di Hanoi dan lembaga gereja lainnya di selatan negara itu, katanya.

Pastor Hong adalah di antara puluhan orang yang Pastor Trong bantu menjadi imam dan religius.

“Saya belajar kerendahan hati, kegigihan, kesabaran, dan pelayanan tanpa pamrih kepada umat dari Pastor Trong,” kata imam itu, yang adalah Pastor Paroki Phung Thuong di Provinsi Phu Tho.

Dia mengatakan bahwa ajaran Pastor Trong membantu banyak umat Katolik menjalani kehidupan yang baik.

Pastor Hong, yang ditahbiskan pada 2002, mengatakan ia mengikuti teladan Pastor Trong dengan mengajukan diri untuk melayani kelompok etnis Hmong, Tay, dan Thailand di Paroki Van Chan dan Nghia Lo di mana tidak ada imam tetap selama 40 tahun.

Pastor Peter Pham Thanh Binh, Pastor Paroki Sapa di Provinsi Lao Cai, mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada Pastor Trong yang telah menuntunnya ke imamat.

“Pelayanannya mengilhami saya untuk berkomitmen mewartakan Injil kepada kelompok suku di daerah terpencil,” kata Pastor Binh.

Beberapa umat Katolik lanjut usia mengatakan, Pastor Trong dan seorang pastor lain memberikan pelayanan pastoral kepada 40.000 umat Katolik di empat provinsi selama beberapa dekade.

Pastor Trong juga membangun Gereja Yen Bai, menggantikan gereja lama yang hancur karena konflik di negara itu. Pada satu kesempatan ia mengumpulkan ribuan orang Hmong selama seminggu di Gereja Yen Bai, memberi mereka makanan dan pelayanan pastoral.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi