UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ribuan Orang Tolak Rizieq Shihab Kembali ke Indonesia

Juni 12, 2019

Ribuan Orang Tolak Rizieq Shihab Kembali ke Indonesia

Muhammad Rizieq Shihab (kiri), ketua Front Pembela Islam (FPI), berbicara dalam sebuah pertemuan. (Foto: Konradus Epa/ucanews)

Lebih dari 90.000 orang hingga 12 Juni hari ini telah menandatangani sebuah petisi online yang menyerukan pemerintah Indonesia untuk mencabut status warga negara ketua Front Pembela Islam (FPI).

Petisi itu, dipajang di laman change.org, oleh seseorang yang diidentifikasikan sebagai 7inta Putih, yang menyatakan Muhammad Rizieq Shihab, ketua FPI, sebuah kelompok  yang sering melakukan kekerasan bahwa ia adalah “seorang yang sangat berbahaya.”

Shihab saat ini tinggal di Arab Saudi bersama keluarganya setelah meninggalkan Indonesia pada Juli 2017 untuk menghindari kasus hukum yang menimpanya.

Namun, pihak kepolisian telah menghentikan kasus tersebut pada Juni tahun lalu, karena kurangnya bukti.

Kelompoknya terkenal dengan aksi kekerasan dengan menargetkan minoritas-minoritas agama dan menyerang yang berbeda pendapat.

“Kita semua harus mengakui bahwa Rizieq Shihab adalah pemimpin FPI yang sangat berbahaya dan berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS,” kata penulis petisi itu.

Aksi-aksi turun ke jalan-jalan setelah pemilu 2019, orang yang paling bertanggung jawab adalah Rizieq Shihab. “Ia adalah otak di balik segala provokasi,” tulis petisi itu.

Ketegangan politik telah meningkat di Indonesia sejak Pemilu pada April lalu.

Bulan lalu, para pendukung Paslon 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno melakukan kerusuhan di ibukota setelah Presiden Joko Widodo secara resmi dideklarasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang untuk menjadi Presiden RI untuk masa jabatan 2019-2024.

Sebanyak sembilan orang tewas dan lebih dari 700 orang lainnya luka-luka selama kerusuhan dua hari (21-22 Mei) tersebut.

“Jika kita hanya berteriak bubarkan FPI, saya rasa belum cukup, karena Rizieq Shihab pasti akan membentuk Ormas lainnya dengan nama yang berbeda, namun berperilaku sama,” tulis petisi itu.

Bulan lalu ratusan ribu orang telah menandatangani sebuah petisi lain yang menuntut pemerintah tidak boleh memperpanjang izin FPI.

Izin FPI akan berakhir pada 20 Juni, dan harus mendaftar ulang di Kementerian Dalam Negeri RI.

“Itu menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mencabut warga negara Rizieq Shihab,” kata petisi itu.

FPI menanggapi dengan menyatakan pembuat petisi tersebut adalah bohong dan FPI akan membuat petisi tandingan.

“Petisi ini adalah fitnah karena ia menuduh Rizieq Shihab berafiliasi dengan ISIS,” kata senior FPI, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, kepada ucanews.com.

Bonar Tigor Naipospos, wakil ketua SETARA Institute, mengatakan semua tuduhan terhadap Rizieq Shihab terkait dengan hukum maka harus ada bukti-bukti hukum.  

“Yang penting pemerintah dan aparat penegak hukum harus tegas bila FPI melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok atau orang lain,” katanya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi