UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Konferensi Waligereja Vietnam Memperingatkan Pelanggaran Liturgi

Juni 14, 2019

Konferensi Waligereja Vietnam Memperingatkan Pelanggaran Liturgi

Ribuan pendevosi Kerahiman Ilahi menghadiri sebuah Misa di gereja Stasi Tin Mung di Ho Chi Minh City pada 17 Maret. Konferensi Waligereja Vietnam telah memperingatkan pelanggaran perayaan liturgi. (Foto: Mary Nguyen/ucanews.com)

 Konferensi Waligereja Vietnam tengah menyampaikan instruksi liturgis kepada umat Katolik untuk memerangi penyebaran takhyul, keyakinan yang menyimpang dan pelanggaran perayaan liturgi.

Menurut para uskup, umat Katolik aktif menghadiri perayaan liturgi dan mengikuti devosi kepada Hati Kudus Yesus, Kerahiman Ilahi, Bunda Maria dan orang-orang kudus lainnya. Umat Katolik juga menunjukkan afeksi kepada leluhur mereka dengan mendoakan arwah orang-orang yang sudah meninggal dunia, mencari makam dan merayakan peringatan arwah.

Namun para uskup memperingatkan bahwa ada peningkatan praktek takhyul, ilmu hitam dan ramalan, penyebaran pemikiran negatif seperti Pesan dari Surga dan pelanggaran terhadap perayaan Kerahiman Ilahi dan penyembuhan karismatik di kalangan umat Katolik.

“Kenyataannya, disiplin liturgi tidak dihormati secara tepat di beberapa tempat,” kata para uskup dalam sebuah dokumen tentang kehidupan iman yang dirilis pada 12 Juni.

Dokumen – yang ditandatangani oleh Ketua Konferensi Waligereja Vietnam Mgr Joseph Nguyen Chi Linh dan Ketua Komisi untuk Ajaran Iman Mgr John Do Van Ngan – itu memperingatkan bahwa berbagai bentuk praktek religius populer yang disalahgunakan tersebut memunculkan kekhawatiran dan keresahan di kalangan umat Katolik.

Para uskup mendesak umat Katolik agar menghindari takhyul dan praktek ramalan serta pelanggaran terhadap keyakinan sederhana umat beriman demi ketertarikan pribadi. Umat Katolik hendaknya tidak menggunakan atau menyebarkan dokumen yang bertentangan dengan iman Kristen.

Mereka meminta umat Katolik untuk tidak terlalu tergantung pada praktek religius populer dan merendahkan perayaan liturgi. Liturgi adalah sumber dan puncak perbuatan saleh sehingga praktek religius populer harus disesuaikan dengan liturgi, berasal dari liturgi dan mendekatkan umat Katolik kepada Tuhan.

Para uskup meminta umat Katolik untuk menghormati kedisiplinan Gereja dan peraturan yang dikeluarkan para pemimpin Gereja setempat tentang liturgi dan praktek religius populer. Doa yang disampaikan secara umum harus mendapat ijin dari Gereja.

Pertemuan doa penyembuhan tidak boleh diadakan di beberapa tempat, kata para uskup. Penyembuhan menuntut metode medis untuk memulihkan kesehatan pasien.

Para uskup membolehkan umat Katolik untuk berdoa secara bebas bagi penyembuhan. Namun mereka meminta agar pertemuan doa penyembuhan yang diadakan di gereja dipimpin oleh pelayan tertahbis.

Mereka melarang ritus penyembuhan pada saat Misa dan perayaan liturgi berlangsung. Berbagai bentuk kesaksian palsu, kepura-puraan, kegembiraan liar dan gairah emosi juga tidak boleh diadakan pada saat Misa dan perayaan liturgi.

Para uskup mengatakan otoritas Gereja harus diberitahu jika terjadi penyembuhan terhadap umat Katolik.

Mereka meminta umat Katolik untuk menerima dan memikirkan serta saling membagikan instruksi tersebut sehingga “perbuatan saleh kita benar-benar memperlihatkan kerinduan kita akan Tuhan, memberi kedamaian ke dalam jiwa kita, menjaga persatuan di dalam Gereja dan menjadi instrumen evangelisasi.”

Pada April lalu, Administrator Apostolik Keuskupan Agung Ho Chi Minh City Mgr Joseph Do Manh Hung mengingatkan Romo Joseph Tran Dinh Long agar tidak mengijinkan umat Katolik untuk menyampaikan kesaksian tentang penyembuhan berkat Kerahiman Ilahi di atas podium pada saat Misa di gereja Stasi Tin Mung. 

Romo Long setiap hari merayakan pelayanan Kerahiman Ilahi yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai latar belakang agama.

Mgr Hung juga melarang Romo Long meletakkan kedua tangannya di atas kepala pasien untuk menyembuhkan penyakit mereka karena hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman tentang penyembuhan di kalangan para pendevosi Kerahiman Ilahi.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi