UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik Vietnam Berduka atas Korban Meninggal Akibat Polusi Laut

Juni 19, 2019

Umat Katolik Vietnam Berduka atas Korban Meninggal Akibat Polusi Laut

Orang-orang yang berduka berdoa di pemakaman Mary Nguyen Hai Giang dan Joseph Nguyen Thanh Cong di Gereja Song Ngoc di provinsi Nghe An pada 17 Juni. (Foto: Facebook Pastor Nguyen Dinh Thuc)

Ribuan warga di Vietnam berduka atas meninggalnya dua warga akibat kanker yang diduga disebabkan oleh polusi laut, termasuk seorang putri aktivis lingkungan yang dipenjara,.

Pastor John Baptist Nguyen Dinh Thuc, pastor Paroki Song Ngoc, dan 11 pastor lainnya mengadakan Misa pemakaman massal khusus untuk Mary Nguyen Hai Giang dan Joseph Nguyen Thanh Cong pada 17 Juni di Gereja Song Ngoc di Provinsi Nghe An.

Giang, 16, meninggal akibat kanker tulang kaki pada 15 Juni setelah menerima perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Ho Chi Minh.

Siswa kelas 1 SMA itu adalah anak tertua dari aktivis Francis Nguyen Nam Phong, yang ditangkap karena “menentang aparat yang bertugas”  tahun 2017 dan dijatuhi hukuman penjara dua tahun.

Banyak orang menggalang dana untuk menutup biaya pemakaman karena keluarganya miskin. Karangan bunga dikirim dari luar negeri.

Lebih dari 41.000 orang mengikuti Misa secara langsung di media sosial dan menyatakan belasungkawa mereka kepada keluarga Giang.

“Sangat menyakitkan baginya untuk tidak bertemu ayahnya sebelum kematiannya,” kata aktivis HAM Paul Tran Minh Nhat, seraya menambahkan bahwa dia menulis berkali-kali untuk meminta otoritas pemerintah membebaskannya tetapi tidak mendapat jawaban.

“Kebaikan dan keadilan sama sekali tidak ada dari komunis yang berkeras hati yang mengabaikan keinginannya yang terakhir.”

Mary Nguyen Hai Giang meninggal akibat kanker tulang pada 15 Juni. (Foto: Facebook Pastor Nguyen Dinh Thuc)

Nhat mengatakan Phong, yang membantu ratusan nelayan menggugat pabrik baja Formosa milik Taiwan tahun 2016 karena mencemari perairan pantai di empat provinsi tengah, juga merindukan pemakaman ayahnya tahun lalu.

Pastor Thuc mengatakan, Giang dan Cong, yang meninggal karena kanker paru-paru pada 16 Juni, adalah korban dari pabrik Formosa, yang mengaku bertanggung jawab atas pencemaran laut. 

Perusahaan membayar kompensasi US$ 500 juta kepada pemerintah Vietnam karena secara tidak sengaja menumpahkan limbah beracun yang mencemari 200 kilometer garis pantai, menghancurkan kehidupan laut dan masyarakat yang bergantung pada perikanan dan pariwisata.

Pastor itu mengatakan Cong, yang memiliki dua anak perempuan yang mengikuti panggilan religius, dianiaya karena menentang polusi laut oleh Formosa. 

Sekitar 165.000 kasus kanker baru dicatat di Vietnam setiap tahun.

Pastor Thuc mengatakan, pabrik baja senilai US$ 11 miliar masih beroperasi di Provinsi Ha Tinh. Polisi terus memantau, menganiaya dan memenjarakan orang yang menentang Formosa dan perusahaan lain yang menyebabkan polusi.

“Pemerintah komunis adalah tumor ganas negara itu, yang merupakan hasil dari semua hal buruk lainnya,” katanya.

Pada 11 Juni, Uskup Emeritus Kontum Mgr Michael Hoang Duc Oanh, para imam yang mewakili 8.000 korban di keuskupan Vinh dan keuskupan Ha Tinh, dan pengacara di Taiwan mengajukan gugatan terhadap Formosa ke pengadilan di Taipei. Mereka menuntut Formosa membersihkan laut dan membayar ganti rugi yang layak kepada para korban.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi