UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Roh Kudus Selalu Menyatukan Gereja, Meskipun Ada Skandal

Juni 20, 2019

Roh Kudus Selalu Menyatukan Gereja, Meskipun Ada Skandal

Paus Fransiskus saat tiba di basilika St Petrus untuk melakukan audiensi mingguan pada 19 Juni di Vatikan. (Foto oleh Vincenzo Pinto/AFP)

Paus Fransiskus mengatakan bahwa seperti seorang konduktor orkestra yang memimpin simfoni berbagai suara dan harmoni, Roh Kudus menciptakan karya besar persatuan dan persekutuan yang memuji kasih Allah.

Dalam menciptakan harmoni ini, Roh Kudus membuat gereja tumbuh dengan membantunya melampaui batas manusia, dosa dan skandal.

“Roh Kudus adalah pencipta persekutuan, dia adalah seniman rekonsiliasi yang tahu bagaimana menghilangkan penghalang antara orang Yahudi dan Yunani, antara budak dan orang merdeka, untuk menjadikan mereka satu tubuh,” kata paus saat audiensi umum mingguannya pada 19 Juni.

Melanjutkan serangkaian ceramahnya tentang Kisah Para Rasul, paus merefleksikan karunia Roh Kudus yang kita terima, yang diterima para rasul pada hari Pentakosta dalam rupa hembusan angin dan lidah-lidah api yang turun ke atas mereka.

Angin yang bertiup melalui kerumunan adalah letusan yang tidak mentolerir pintu tertutup, sebaliknya membuatnya terbuka lebar, katanya.

Api, yang sepanjang tradisi alkitab adalah simbol kehadiran Allah, segera turun ke atas para rasul, memurnikan dan merevitalisasi mereka, tambah paus.

“Karena itu gereja lahir dari api cinta, api yang membakar pada hari Pentakosta dan memanifestasikan kuasa firman Kristus yang bangkit yang diilhami oleh Roh Kudus,” kata paus.

“Perjanjian baru dan definitif tidak lagi didasarkan pada hukum yang tertulis pada batu, tetapi pada tindakan Roh Allah yang membuat segala sesuatu baru dan diukir di dalam hati,” kata paus.

Paus Fransiskus berkata bahwa Allah terus mencurahkan Roh-Nya kepada orang-orang Kristen dewasa ini, menarik umat beriman kepadanya melalui daya tarik ilahi.

“Roh Kudus menggoda kita dengan cintanya sehingga semua orang dapat menerima kehidupan baru melalui dia.”

“Mari kita memohon kepada Tuhan agar membuat kita mengalami Pentakosta baru, yang akan membuka hati kita dan menyesuaikan perasaan kita dengan perasaan Kristus,” kata paus.

“Sehingga kita tanpa malu mewartakan sabdaNya dan memberikan kesaksian tentang kekuatan cinta yang menghidupkan semua yang bertemu dengannya.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi