UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pengadilan di India Bebaskan Imam dari Tudingan Pemerkosaan

Juni 25, 2019

Pengadilan di India Bebaskan Imam dari Tudingan Pemerkosaan

Dalam foto yang diambil pada April 2013 ini, umat Kristen India sedang membawa daun palem ketika merayakan Minggu Palma di Gereja Katolik St. Thomas di Bhopal. Di Madhya Pradesh, yang wilayahnya termasuk Bhopal, telah terjadi sejumlah tuduhan pelecehan seksual tidak berdasar terhadap para imam. (Foto AFP)

Sebuah pengadilan di India tengah membebaskan seorang imam Katolik yang dituding memperkosa seorang wanita di pastorannya setelah pengadilan itu tidak menemukan bukti cukup dalam tuntutan yang diajukan hampir setahun yang lalu.

Pengadilan di Bhopal, ibu kota negara bagian Madhya Pradesh, membebaskan RD George Jacob, 52, imam Keuskupan Agung Bhopal.

Imam itu ditangkap 11 Agustus tahun lalu dan dimasukkan ke penjara setelah seorang wanita paruh baya menuding bahwa imam itu memperkosanya setelah mengundangnya ke pastoran.

Imam itu dibebaskan dengan jaminan pada 20 Agustus setelah laporan medis menemukan bahwa dia tidak mampu melakukan hubungan seks.

Pengadilan memeriksanya 10 kali, juga memeriksa laporan medis, pernyataan saksi dan bukti ilmiah lainnya sebelum membebaskan imam itu.

Saat dibebaskan dengan jaminan, ia melakukan wajib lapor sebulan sekali ke pengadilan dan menandatangani dokumen.

Keuskupan Agung Bhopal menyambut baik keputusan pengadilan. 

“Sejak awal, kami yakin bahwa imam itu akan dibebaskan dari dakwaan,” kata juru bicara Keuskupan, RD Maria Stephan.

Klaim wanita itu bahwa pastor itu telah mengundangnya ke pastoran dengan janji menawarkannya pekerjaan di sekolah tempat ia menjadi kepala sekolah membuat Keuskupan Agung curiga dengan klaimnya, kata Romo Stephan. 

Romo Jacob adalah pastor paroki dan bukan kepala sekolah di sekolah mana pun, katanya.

Wanita itu juga memalsukan identitasnya sendiri sebagai wanita Hindu yang belum menikah, tetapi dokumen membuktikan bahwa dia sudah menikah dan dia adalah seorang Muslim. Selain itu, ia juga tidak dapat menjelaskan waktu yang tepat saat pemerkosaan terjadi, di samping masih banyak hal lain lagi yang mengundang pertanyaan.

“Itu membuktikan bahwa imam itu dijebak, mungkin dengan tujuan pemerasan,” kata Romo Stephan.

Menurut Romo Jacob, wanita itu datang ke pastorannya untuk meminta air minum. Dia memasuki ruangan pastorannya dan mengambil air. Wanita itu kemudian meminta uang, yang membuat ia harus mendorongnya keluar, tetapi tidak ada kontak fisik lainnya, kata Pastor Stephen.

Beberapa tahun terakhir, muncul sejumlah kasus tuduhan pelecehan seksual oleh imam Katolik di Madhya Pradesh.

Romo Victor Mundargi dibebaskan pada 28 Februari 2018, dua tahun setelah ia ditangkap atas tuduhan memperkosa seorang gadis berusia 10 tahun yang tinggal di sebuah asrama di bawah asuhannya di Desa Tappa, Distrik Dewas.

Pada bulan September 2017, Romo Sebastian Panthalluparambil, 40 tahun, Kepala Sekolah Menengah Jyoti yang dikelola gereja di Distrik Rewa, dituduh menganiaya seorang siswi.

Pastor Panthalluparambil dibebaskan setelah rekaman CCTV dari kantor kepala sekolah pada saat kejadian tersebut membuktikan bahwa pengaduan tersebut tidak berdasar.

Pada 10 Juli tahun lalu, polisi menangkap Pastor Leo D’Souza, 56, setelah pengaduan pelecehan seksual oleh orang tua dari anak laki-laki kelas delapan Sekolah Amar Jyoti yang dikelola gereja di Distrik Dindori.

Pastor D’Souza, manajer sekolah yang dikelola oleh Keuskupan Jabalpur, kemudian dibebaskan oleh pengadilan.

Para pemimpin Kristen mengatakan para misionaris dan imam secara rutin ditangkap dengan tuduhan palsu atas perintah kelompok-kelompok Hindu garis keras yang menentang agama Kristen.

Partai Bharatiya Janata yang pro-Hindu memerintah negara bagian itu selama 15 tahun hingga Desember 2018 ketika partai Kongres sekuler memenangkan pemilihan.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi