UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus: Menjadi Orang Kristen Berarti Tidak Egois

Juni 27, 2019

Paus Fransiskus: Menjadi Orang Kristen Berarti Tidak Egois

Paus Fransiskus melambaikan tangan ketika ia tiba untuk memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan St. Petrus di Vatikan pada 26 Juni. (Foto: Tiziana Fabi/AFP)

Menjadi bagian dari komunitas umat Kristen berarti menjadi bagian dari kelompok umat beriman yang menghindari egoisme dan menjadi saksi akan kasih Allah serta mengasihi sesama, kata Paus Fransiskus.

Sementara masyarakat modern lebih menekankan “kepentingan seseorang tanpa mempedulikan kerugian yang dialami orang lain,” umat Kristen sejati “menghindari individualisme agar bisa berbagi dan bersolidaritas,” kata Paus Fransiskus saat audiensi umum mingguan pada 26 Juni.

“Tidak ada tempat bagi egoisme dalam jiwa orang Kristen,” katanya. “Jika hatimu egois, kamu bukan orang Kristen; kamu adalah orang di dunia yang hanya mencari keuntungan diri sendiri.”

Sebelum melakukan audiensi terakhir menjelang liburan musim panas, Paus Fransiskus bertemu para peziarah yang menderita sakit atau cacat di dalam ruangan agar terhindar dari terik matahari di Roma.

Di luar, ketika melanjutkan serangkaian pembicaraan tentang Kisah Para Rasul, Paus Fransiskus merenungkan komunitas umat Kristen perdana di Yerusalem yang saat itu terdiri atas orang-orang yang “merasa hatinya tertusuk oleh pengumuman menggembirakan” tentang penyelamatan Kristus bagi seluruh umat manusia.

Kisah St. Lukas tentang komunitas ini, katanya, memberi gambaran sekilas tentang “persekutuan kasih” yang ada dan dibentengi oleh keinginan untuk mendengarkan ajaran apostolik, berbagi kebaikan satu sama lain, berperanserta dalam perayaan Ekaristi dan pertemuan doa.

“Inilah sikap orang Kristen; empat tanda orang Kristen yang baik,” kata Paus Fransiskus.

Karunia pembaptisan, lanjutnya, menghapus “persaingan antara orang muda dan orang tua, pria dan wanita, kaya dan miskin.”

“Karunia pembaptisan mengungkap relasi intim antara sesama umat manusia di dalam Kristus yang dipanggil untuk berbagi, menjalin relasi satu sama lain, memberi berdasarkan kebutuhan seseorang,” katanya. 

“Inilah cara mendengar tangisan orang miskin – yang sangat membahagiakan bagi Allah – dan menyerahkan kembali milik Allah kepada-Nya.”

Paus Fransiskus mengakhiri pembicaraannya dengan mengajak umat beriman untuk berdoa agar umat Kristen bisa meneladani komunitas perdana dan membuat “perjanjian sejati dengan Allah” sehingga mereka bisa menjadi kekuatan yang menarik dan “meluluhkan hati banyak orang.”

Paus Fransiskus juga berdoa agar Roh Kudus “menyediakan tempat bagi komunitas kita untuk menyambut dan menjalankan kehidupan baru, mengupayakan solidaritas dan persekutuan; tempat di mana liturgi merupakan pertemuan dengan Allah yang kemudian menjadi persekutuan dengan sesama; tempat di mana pintu terbuka menuju Yerusalem yang suci.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi