UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Filipina Ingin Orang Awam Mengelola Keuskupan

Juni 28, 2019

Uskup Filipina Ingin Orang Awam Mengelola Keuskupan

Para uskup Filipina bertemu Paus Fransiskus di Vatikan saat kunjungan ad limina bulan Mei. (Foto disediakan Uskup Roberto Mallari)

Seorang uskup Katolik di Filipina ingin mengizinkan umat awam atau biarawati untuk mengurus keuskupan, bukan imam.

Uskup Antipolo Uskup Francisco de Leon mengajukan usulan tersebut ketika ia bertemu dengan Paus Fransiskus dalam kunjungan ad limina para uskup Filipina ke Roma bulan lalu untuk melaporkan keadaan keuskupan atau prelatur mereka.

“Saya pikir dan saya merasa sudah saatnya bagi kita para uskup untuk memberikan administrasi keuskupan kepada umat awam yang kompeten atau kaum religius,” kata uskup.

Uskup de Leon mengatakan para uskup seharusnya memusatkan perhatian mereka pada “berdoa, berkhotbah, dan evangelisasi baru.”

Dengan mengizinkan umat awam atau religius menjalankan keuskupan, para uskup dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk tugas-tugas pastoral mereka, katanya.

“Saya memberi tahu paus bahwa yang kita butuhkan adalah orang awam yang kompeten yang harus memiliki keterampilan manajerial dan yang sudah pensiun sehingga dia tidak akan memiliki beban keuangan lagi,” kata Uskup de Leon.

Dia mengatakan para biarawati juga bisa bertindak sebagai administrator keuskupan.

“Jika mereka bisa mengelola sekolah, mengapa mereka tidak bisa mengelola keuskupan?” tanya prelatus itu.

Uskup de Leon mengatakan, paus menyampaikan kepadanya bahwa administrator awam ditunjuk di tempat-tempat di mana ada kekurangan imam seperti di Jerman.

Dia mengatakan Konferensi Waligereja Katolik Filipina mungkin mempertimbangkan usulan itu di masa depan.

“Paus tidak mengatakan tidak, dia tidak keberatan,” kata Uskup de Leon. “Dia bilang itu sudah dilakukan, sedang dilakukan. Jadi mengapa kita tidak bisa melakukannya?”

Prelatus itu mengatakan bahwa salah satu proposal yang dibuat oleh para uskup selama pertemuan dengan Paus Fransiskus adalah untuk menahbiskan diakon permanen di Filipina.

Paus menyerahkannya kepada para uskup untuk memutuskan masalah ini.

Selama tiga minggu, dari 20 Mei hingga 8 Juni, tiga kelompok uskup Filipina berada di Roma untuk kunjungan wajib kepada paus.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi