UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam di India Ditahan Terkait Kasus Pelecehan Terhadap Anak

Juli 9, 2019

Imam di India Ditahan Terkait Kasus Pelecehan Terhadap Anak

Paus Fransiskus mengeluarkan peraturan baru pada bulan Mei yang mengharuskan para uskup dan pemimpin tarekat religius bertanggung jawab untuk menghentikan praktek pelecehanan terhadap anak di bawah umur. (Foto: Pixabay)

Polisi telah menahan seorang imam Katolik yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di rumah penampungan anak laki-laki di negara bagian Kerala, India.

Pastor George Jerry, 40, seorang anggota Ordo Karmel Tak Berkasut, ditangkap pada 7 Juli setelah adanya pengaduan dari orang tua dari enam anak berusia 6 hingga 13 tahun bahwa imam itu melakukan pelecehan seksual terhadap mereka, kata inspektur polisi Joy Mathew kepada ucanews.com.

Pengadilan di negara bagian selatan itu memerintahkan agar Pastor Jerry tetap ditahan setidaknya selama 14 hari sementara penyelidikan polisi berlanjut, kata petugas itu.

Tersangka, yang merupakan anggota Karmelit Tak Berkasut di Provinsi St Pius X menghadapi dakwaan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelecehan Seksual (POSCO) 2012.

Pastor Augustine Mulloor, Provinsial Provinsi St Pius X mengatakan bahwa Gereja Katolik mengikuti kebijakan “tidak adanya toleransi” pada pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Dia mengatakan bahwa ordonya akan membantu penyelidikan polisi.

Provinsial itu mengatakan ia berempati dengan anak-anak yang diduga menjadi korban.

Ia menambahkan, meskipun tuduhan itu belum terbukti, ordonya idak akan “melakukan apa pun untuk melindungi imam yang dituduh atau untuk mempengaruhi penyelidikan.”

Tarekat sudah memulai penyelidikan internal seperti yang dimandatkan oleh hukum gereja, katanya.

Namun, “insiden khusus” semacam itu seharusnya tidak memengaruhi pelayanan kemanusiaan Gereja Katolik, kata provinsial itu dalam pernyataan resmi.

Inspektur Mathew mengatakan rumah penampungan anak-anak itu adalah tempat tinggal bagi anak-anak miskin, kebanyakan dari keluarga yang hancur atau orang tua tunggal.

Komite Kesejahteraan Anak telah ikut campur dalam kasus ini dengan mengirim sebagian besar anak laki-laki di rumah penampungan untuk kembali ke rumah orangtua mereka.

Enam anak laki-laki, ditemani oleh orangtua mereka, datang ke kantor polisi pada 7 Juli pagi dan mengajukan pengaduan tentang pelecehan seksual berulang-ulang oleh imam itu sejak Desember 2018. Imam itu diduga tidur dengan beberapa anak laki-laki.

Namun, seorang pimpinan tarekat membantah tuduhan bahwa terdakwa sudah biasa melakukan hal demikian.

“Kami mendengar tentang tuduhan seperti itu untuk pertama kalinya,” kata Pastor Wilson Srampickal, yang adalah seorang penasihat tarekat. Tarekat sepenuhnya bekerja sama dengan polisi karena ingin mengetahui kebenaran, katanya kepada ucanews.com.

Tarekat telah membentuk komite beranggotakan tiga orang untuk melakukan penyelidikan internal.

Jika Pastor Jerry dinyatakan bersalah oleh pengadilan atas dugaan pelanggaran, tindakan kanonik termasuk pemecatan dapat dilakukan terhadapnya, kata Pastor Srampickal.

Paus Fransiskus mengeluarkan peraturan baru pada bulan Mei yang mengharuskan para uskup dan pemimpin tarekat religius bertanggung jawab untuk menghentikan praktek pelecehanan terhadap anak di bawah umur.

Prosedur baru ini mewajibkan klerus dan religius untuk melaporkan pelecehan dan mengharuskan setiap keuskupan memiliki sistem untuk membantu publik bisa dengan mudah menyampaikan pengaduan tentang dugaan pelecehan oleh kaum klerus.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi