UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus: Migran Adalah Manusia, Bukan Hanya Masalah Sosial

Juli 10, 2019

Paus Fransiskus: Migran Adalah Manusia, Bukan Hanya Masalah Sosial

Paus Fransiskus disambut para biarawati ketika ia tiba untuk audiensi mingguannya di Lapangan Santo Petrus pada 26 Juni. (Foto: Tiziana Fabi/AFP)

Orang-orang Kristen dipanggil untuk mengikuti semangat sabda bahagia dengan menghibur orang miskin dan tertindas, terutama migran dan pengungsi yang ditolak, dieksploitasi, dan dibiarkan mati, kata Paus Fransiskus.

Mereka yang terkecil ” yang dibuang, dipinggirkan, ditindas, didiskriminasikan, disalahgunakan, dieksploitasi, ditinggalkan, miskin dan menderita” berseru kepada Tuhan, meminta untuk dibebaskan dari kejahatan yang menimpa mereka, kata paus dalam homilinya pada Misa 8 Juli untuk memperingati ulang tahun keenam kunjungannya ke pulau Mediterania bagian selatan, Lampedusa.

“Mereka adalah manusia, bukan semata-mata masalah sosial atau migran. Ini bukan hanya tentang migran, dalam arti bahwa migran adalah manusia dan  mereka adalah simbol dari semua yang ditolak oleh masyarakat global saat ini,” katanya.

Menurut Vatikan, sekitar 250 migran, pengungsi dan relawan  menghadiri Misa yang dirayakan di Basilika Santo Petrus. 

Paus Fransiskus menyapa setiap orang yang hadir setelah Misa.

Dalam homilinya, paus merenungkan bacaan pertama dari Kitab Kejadian di mana Yakub memimpikan tangga menuju surga “dan utusan Allah naik turun di atasnya.”

Tidak seperti Menara Babel, yang merupakan upaya umat manusia untuk mencapai surga dan menjadi dewa, tangga dalam mimpi Yakub adalah sarana yang digunakan Tuhan untuk turun ke umat manusia dan “menyatakan diri; Tuhan-lah yang menyelamatkan,” jelas paus.

“Tuhan adalah tempat perlindungan bagi umat beriman, yang memanggilnya pada masa krisis besar,” katanya. 

“Karena memang pada saat-saat seperti itulah doa kita menjadi lebih tekun, ketika kita menyadari bahwa keamanan yang ditawarkan dunia hanya memiliki sedikit nilai dan hanya Tuhan. Hanya Tuhan yang membuka surga bagi mereka yang hidup di bumi. Hanya Tuhan yang menyelamatkan.”

Bacaan Injil dari St Matius, yang mengingatkan Yesus menyembuhkan seorang wanita yang sakit dan membangkitkan seorang gadis dari kematian, juga mengungkapkan “perlunya pilihan khusus bagi yang paling sedikit, mereka yang harus diberi barisan depan dalam pelayanan karitatif. 

“Perhatian yang sama, lanjutnya, harus meluas ke orang-orang rentan yang melarikan diri dari penderitaan dan kekerasan hanya untuk menghadapi ketidakpedulian dan kematian.”

Mereka yang terkecil ini ditinggalkan dan ditipu agar mati di padang pasir; yang paling kecil ini disiksa, dilecehkan dan dilanggar di kamp-kamp tahanan; yang paling kecil ini menghadapi gelombang laut yang ganas,” kata paus.

Paus Fransiskus mengatakan gambar tangga Yakub mewakili hubungan antara surga dan bumi yang “dijamin dan dapat diakses oleh semua orang.” Namun, untuk mendaki tangga-tangga itu dibutuhkan “komitmen, usaha, dan rahmat.”

“Saya suka berpikir bahwa kita bisa menjadi malaikat-malaikat, yang naik dan turun, melidung di bawah sayap untuk mereka yang kecil,  lumpuh,  sakit, dan dikecualikan,” kata paus. 

“Mereka yang paling sedikit, yang kalau tidak akan tetap tinggal dan hanya akan mengalami kemiskinan yang melanda di bumi, tanpa melihat sekilas dalam kehidupan ini apa pun dari kecerahan surga.”

Seruan Paus untuk belas kasih terhadap para migran dan pengungsi kurang dari seminggu setelah kamp penahanan migran di Tripoli, Libya, dibom dalam serangan udara. 

Pemerintah Libya menyalahkan serangan 3 Juli itu terhadap Tentara Nasional Libya, yang dipimpin oleh Jenderal militer Khalifa Haftar.

Menurut jaringan televisi Al-Jazeera, serangan udara menewaskan hampir 60 orang, sebagian besar migran dan pengungsi dari negara-negara Afrika, termasuk Sudan, Ethiopia, Eritrea dan Somalia.

Paus Fransiskus mengecam serangan itu dan mengajak para peziarah berdoa untuk para korban selama pidatonya pada Doa Angelus, 7 Juli.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi