UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Diplomat Asing Diminta Membantu Tahanan Politik Vietnam

Juli 11, 2019

Diplomat Asing Diminta Membantu Tahanan Politik Vietnam

Nguyen Thi Kim Thanh, istri seorang tahanan politik Vietnam, di sebuah rumah sakit di Kota Ho Chi Minh pada 3 Juli setelah menjalani operasi untuk mengangkat tumor dari rahimnya.

Anggota keluarga para tahanan politik di Vietnam yang melakukan mogok makan atas tuduhan penganiayaan mendesak para pejabat kedutaan negara-negara Barat untuk campur tangan secara diplomatis.

Nguyen Thi Kim Thanh, istri tahanan politik Truong Minh Duc, mengatakan dia menjelaskan bahwa protes itu membahayakan kehidupan mereka yang menolak makan saat ia bertemu dengan perwakilan kedutaan Amerika Serikat dan Australia serta pejabat dari Uni Eropa di ibukota Vietnam, Hanoi, pada 9 Juli.

Duc dan tiga tahanan politik lainnya – Nguyen Van Tuc, Dao Quang Thuc dan Tran Phi Dung – melakukan mogok makan sejak 11 Juni di Penjara No. 6 di Nghe An, provinsi yang terletak di wilayah pesisir tengah utara.

Protes mereka dimulai ketika petugas penjara mencabut kipas listrik dari sel mereka ketika suhu mencapai 42 derajat Celcius.

Thanh, seorang Katolik dari provinsi Binh Duong di Vietnam selatan, mengatakan para diplomat asing sangat prihatin dengan masalah kesehatan dan penganiayaan terhadap suaminya dan tahanan lainnya.

Keempat tahanan menderita berbagai penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya. Thanh sendiri baru-baru ini menjalani operasi pengangkatan tumor dari rahimnya di Kota Ho Chi Minh.

Dia mengatakan para diplomat Barat telah meminta pemerintah Vietnam untuk memastikan para tahanan politik diberi hak asasi manusia, termasuk melalui pemasangan kipas listrik di sel yang sangat panas.

Para diplomat mengatakan kepadanya bahwa pada beberapa kesempatan pejabat pemerintah Vietnam telah menjawab bahwa mereka mempertimbangkan ‘masalah ini atau bahwa mereka akan memeriksanya.

Thanh, yang mengunjungi suaminya di penjara pada 20 Juni, mengatakan dia meminta diplomat Amerika, Australia, dan lainnya untuk membuka akses ke empat tahanan itu melakukan mogok makan.

Dia mengatakan ini perlu segera dilakukan dalam upaya untuk menyelamatkan hidup mereka.

Para diplomat dikatakan telah menerima bahwa situasi ini sangat mendesak dan juga menyatakan kesediaan untuk membahas dengan pemerintah Vietnam masalah yang lebih luas terkait dengan kondisi penjara.

Ini akan mencakup dukungan bagi para tahanan agar diizinkan untuk mendapatkan kunjungan yang lebih teratur oleh kerabat mereka. Keluarga saat ini hanya diperbolehkan untuk bertemu tahanan selama 60 menit sebulan sekali dan tahanan hanya dapat melakukan panggilan telepon selama lima menit sekali dalam sebulan.

Thanh juga menyampaikan kepada para diplomat tentang kasus-kasus dua tahanan politik lainnya, Hoang Duc Binh dan Nguyen Bac Truyen, yang mogok makan karena menolak pengurungan seorang diri blogger Nguyen Van Hoa.

Pada tanggal 2 Juli, 12 kelompok agama dan kelompok masyarakat sipil dan 515 individu, termasuk para imam Katolik, menandatangani petisi online yang meminta pemerintah komunis Vietnam untuk menghentikan apa yang mereka sebut penyiksaan di penjara-penjara nasional.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi