UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam Filipina Jadi Orang Asia Pertama yang Memimpin Ordo Dominikan

Juli 16, 2019

Imam Filipina Jadi Orang Asia Pertama yang Memimpin Ordo Dominikan

Pastor Gerard Francisco Timoner OP menekankan pentingnya evangelisasi. (Foto: The Varsitarian)

Pastor Gerard Francisco Timoner OP, asal Filipina terpilih sebagai pimpinan Ordo Pengkhotbah, juga dikenal sebagai Ordo Dominikan dalam kapitel umum ordo itu di Vietnam pada 13 Juli.

Pastor Timoner tercatat sebagai sebagai pemimpin umum ke-88 dan orang Asia pertama yang menempati posisi itu untuk Dominikan yang sudah berusia 800 tahun.

Pastor berusia 51 tahun itu sebelumnya memimpin Provinsi Dominikan di Filipina dan melayani sebagai socius, atau asisten, untuk Asia dan Pasifik di bawah pemimpin Dominika yang digantinya, Pastor Bruno Cadore OP dari Perancis.

Pada tahun 2014, Paus Fransiskus menunjuk Pastor Timoner menjadi bagian dari Komisi Teologi Internasional, sebuah badan Vatikan yang beranggotakan 30 orang yang bertugas memeriksa berbagai pertanyaan tentang masalah doktrinal.

Pastor Timoner lahir pada 26 Januari 1968 di Daet, Provinsi Camarines Norte, Filipina.

Ia memperoleh gelar filsafatnya dari Pusat Studi Internasional Dominikan Filipina dan gelar teologinya dari Universitas Santo Tomas di Manila. Dia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1995.

Pada 2004, ia menyelesaikan lisenciatnya dalam teologi suci di Universitas Katolik Nijmegen, Belanda.

Ia menjabat sebagai wakil rektor untuk urusan agama dan rektor UST Central Seminary pada 2007-2012.

Dalam sebuah pesan setelah pemilihannya, Pastor Timoner menekankan pentingnya evangelisasi, misi dan fokus ordo pada khotbah.

“Misi bukanlah terkait apa yang kita lakukan. Misi adalah terkait siapa kita. Dan jika itu jelas, semuanya akan mengikuti. Kita adalah pengkhotbah. Itu adalah identitas kita,” kata imam itu.

Pemilihan Pastor Timoner sebagai pimpinan kongregasi menambah peran yang semakin besar dimainkan oleh para religius Asia dalam Gereja Katolik.

Dalam buku The Strength of a Vocation, Paus Fransiskus mencatat bahwa “jarang melihat pemimpin umum, pria dan wanita, yang datang dari benua lain.”

Paus mengatakan pemilihan orang non-Eropa sebagai pemimpin kongregasi religius “adalah kabar baik yang membuat kita bahagia.”

“Seiring berjalannya waktu, perubahan wajah Gereja ini semakin terlihat, buah dari sejarahnya dan keajaiban evangelisasi,” kata Paus Fransiskus.

Pastor Timothy Radcliffe OP, mantan pimpinan Dominikan, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Tabletbahwa pemilihan Pastor Timoner “mencerminkan pertumbuhan Gereja di Asia.”

“Kami memilih [Pastor Timoner] karena dia adalah seorang pengkhotbah yang gembira dan seorang teolog yang memenuhi syarat,” kata Pastor Radcliffe. “Penting juga bahwa dia orang Asia, meskipun itu bukan alasan kami memilihnya.”

Ordo Dominikan, yang didirikan oleh imam Spanyol Dominic de Guzman di Perancis pada 1216, memiliki biarawan, biarawati dan umat awam yang berafiliasi sebagai anggota.

Para Dominikan terkemuka termasuk Santo Thomas Aquinas, salah satu filsuf dan teolog Barat paling berpengaruh, dan St Katharina dari Siena, seorang mistikus dan reformator gereja.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi