UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Banjir di Banglades

Juli 16, 2019

Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Banjir di Banglades

Dalam foto yang diambil tahun 2016 ini, seorang bocah lelaki menggiring kerbau melewati wilayah yang terendam banjir di Distrik Kurigram di Banglades bagian utara. Baru-baru ini banjir menewaskan sekitar 20 orang dan mengakibatkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. (Foto: Stephen Uttom/ucanews.com)

Hujan deras telah menyebabkan banjir di Banglades bagian utara dan tenggara dan sedikitnya 20 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Menurut Departemen Penanggulangan Bencana di Dhaka, banjir merendam 16 dari 64 distrik di negara itu karena air sungai mencapai level berbahaya akibat air hujan dan aliran sungai dari sungai-sungai trans-nasional.

Sedikitnya 20 orang, termasuk anak-anak yang tinggal di kamp-kamp pengungsi warga Etnis Rohingya, tewas dalam tiga hari terakhir karena tenggelam atau tersambar petir, demikian laporan media setempat.

Ribuan orang di wilayah pedesaan kehilangan tempat tinggal karena banjir dan juga erosi di bantaran sungai.

Siaran televisi menyebutkan bahwa warga perkotaan seperti di Dhaka, Kota Chittagong dan Sylhet mengalami kerugian besar karena jalan dan wilayah pemukiman tergenang air.

Bandarban, satu dari tiga distrik berbukit dan berhutan di Chittagong Hill Tracts, adalah wilayah terparah bencana banjir.

Ribuan orang tidak mendapat bantuan seperti makanan dan obat-obatan, kata Mongsanu Marma, seorang warga Suku Marma dan jurnalis di Bandarban.

“Jalan utama yang menghubungkan distrik itu dengan wilayah lain di negara ini telah terendam selama lima hari dan sedikitnya 10.000 orang terkatung-katung,” katanya kepadaucanews.com

“Beberapa bukit kecil longsor dan memblokade jalur transportasi di banyak tempat di distrik itu,” lanjutnya.

Daudul Islam, seorang pejabat pemerintahan di Bandarban, mengatakan berbagai upaya untuk mendistribusikan bantuan telah dimulai tetapi ada kesulitan dalam menjangkau para korban.

“Kami telah membuka 133 tempat pengungsian di mana ribuan orang tinggal di sana,” lanjutnya. 

“Tim gabungan dari pemerintah distrik, kota dan militer tengah mendistribusikan makanan kering dan air minum kepada orang-orang yang membutuhkan. Ratusan orang yang terdampak longsor juga dievakusasi ke wilayah yang aman,” katanya.

Banjir mengganggu jalur transportasi dan merendam sejumlah pasar sehingga harga kebutuhan pokok melonjak. Sementara itu, listrik tetap padam di wilayah yang dilanda banjir, lanjutnya.

Bantuan terus dilakukan meskipun situasi banjir memburuk, kata Hazizur Rahman, seorang pejabat pemerintahan di Distrik Kurigram.

“Tingkat ketinggian air di sebagian besar sungai di Banglades bagian utara telah mencapai level berbahaya dan merendam banyak wilayah serta situasi memburuk,” lanjutnya. 

“Kami telah mendistribusikan 280 metrik ton beras, sekitar 2.000 paket makanan kering dan 675.000 taka (sekitar 7.941 dolar AS) kepada para korban. Kami telah meminta bantuan lebih banyak dan uang tunai untuk beberapa hari ke depan,” katanya.

Menurut James Gomes, direktur regional Caritas Chittagong, bantuan sulit dilakukan karena banyak wilayah yang terdampak banjir sulit diakses.

“Di wilayah perbukitan, Chittagong dan Cox’s Bazar, jalanan terendam dan bahkan jaringan telepon seluler terganggu. Tim kami siap mengatasi situasi ini dan bekerja bersama tim tanggap darurat pemerintah, tetapi kesulitan mengakses wilayah yang terdampak adalah hambatan terbesar bagi mereka,” katanya.

“Selain bantuan pangan dan kebutuhan lainnya, karya utama kami adalah merehabilitasi para korban setelah banjir surut. Setelah kami mendapat laporan tentang situasi ini dan mendapat donor, kami akan membantu mereka membangun kembali kehidupan mereka,” lanjutnya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi