UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Katedral Jolo yang Dibom Dibuka Kembali

Juli 17, 2019

Katedral Jolo yang Dibom Dibuka Kembali

Uskup Agung Gabrielle Caccia, nuntius apostolik untuk Filipina, memimpin Misa pembukaan kembali Katedral Bunda Maria dari Gunung Karmel di kota Jolo pada 16 Juli. (Foto oleh Aid to the Church in Need)

Gereja katedral Katolik di kota Jolo, Filipina selatan yang dilanda kekerasan, dibuka kembali pada 16 Juli, enam bulan setelah serangan bom yang fatal.

Ratusan orang berkumpul untuk pembukaan kembali Katedral Bunda Maria dari Gunung Karmel (Our Lady of Mt. Carmel) tepat pada saat umat Kristen di kota yang mayoritas penduduknya Muslim itu merayakan pesta pelindungnya.

Uskup Agung Gabrielle Caccia, nuncio apostolik ke Filipina, dan Kardinal Orlando Quevedo, Uskup Emeritus Cotabato, memimpin para uskup dan imam dalam perayaan Ekaristi.

Lima tentara termasuk di antara mereka yang tewas dalam dua ledakan pada 27 Januari yang mengguncang katedral.

Pendukung organisasi teroris ISIS mengaku bertanggung jawab.

Ledakan itu menyebabkan kerusakan serius pada katedral, yang kemudian diperbaiki dengan bantuan dari lembaga amal gereja Aid to the Church in Need.

Pemboman katedral menjadi salah satu serangan paling mematikan di Filipina selatan dan terjadi meskipun sebelumnya ada deklarasi darurat militer di wilayah tersebut.

Para uskup Katolik di negara itu mengutuk “aksi terorisme” dan meminta umat Kristen untuk bergandengan tangan dengan semua Muslim yang cinta damai untuk memerangi ekstremisme.

Pihak berwenang mengatakan serangan itu diyakini sebagai pembalasan atas kematian seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf yang terkait dengan al-Qaeda tahun lalu.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi