UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Organisasi Gereja Bantu Korban Banjir di Assam

Juli 17, 2019

Organisasi Gereja Bantu Korban Banjir di Assam

Orang-orang menyaksikan tanggul yang jebol di Hajo, distrik Kamrup, Assam pada 13 Juli ketika situasi banjir memburuk di negara bagian timur laut itu, yang menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. (Foto: IANS)

Kelompok-kelompok Gereja di Negara Bagian Assam, India, telah meningkatkan bantuan kemanusiaan menyusul bencana banjir melanda wilayah itu, yang menyebabkan 15 orang tewas dan sekitar 4,6 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Lebih dari 4.157 desa di 30 kabupaten terendam banjir saat hujan terus turun, meningkatkan ketinggian air Sungai Brahmaputra di atas level bahaya.

Setidaknya 15 orang dilaporkan tewas dalam banjir bandang dan tanah longsor itu, menurut pemerintah. Lebih dari 83.000 telah diungsikan ke 200 kamp bantuan, yang dikelola bersama  lembaga-lembaga non-pemerintah.

Pastor Varghese Velickakam, koordinator  jaringan badan-badan sukarela yang disebut Kelompok Antar-Badan, mengatakan bahwa pihaknya mengoordinasikan upaya bantuan negara dengan lembaga nasional dan internasional.

Departemen Layanan Kesehatan Assam juga telah diminta untuk segera mengatasi masalah medis mendesak akibat banjir.

Pastor Velickakam mengatakan Caritas India telah mulai merencanakan melalui unit-unit keuskupannya untuk memastikan pasokan air minum segera selain dari bantuan jangka panjang lainnya dalam penyediaan makanan dan kebutuhan pokok kehidupan.

“Ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk tempat penampungan sementara dengan fasilitas sanitasi dasar bagi mereka yang berada di tanggul dan tepi jalan,” kata imam itu. 

“Kami juga berencana mengambil langkah nyata untuk melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak dan perempuan, yang berlindung di kamp-kamp dan tempat-tempat aman lainnya.”

Allen Brooks, juru bicara Forum Kristen Assam, mengatakan kepada ucanews.com bahwa para uskup  di 14 keuskupan di Assam telah menginstruksikan paroki-paroki untuk membuka lembaga mereka seperti sekolah dan asrama untuk membantu para korban banjir.

“Kelompok-kelompok Gereja juga menawarkan pekerjaan sukarela kepada para pejabat distrik sehingga kita dapat bekerja bersama-sama dengan negara dan membantu dengan segala cara yang mungkin,” kata Brooks.

Pemerintah negara bagian Assam mengatakan, 15 tim Pasukan Tanggap Bencana Nasional yang terdiri dari 380 personil telah dikerahkan untuk menyelamatkan orang-orang dari daerah yang terkena banjir.

Banjir telah menjadi peristiwa  tahunan di Assam, yang terbesar di negara bagian timur laut India. Topografi dan faktor-faktor meteorologisnya seperti paparan curah hujan yang tinggi membuatnya rentan terhadap banjir.

Badan amal Inggris, Oxfam, dalam laporan terperinci tentang banjir Assam tahun lalu, memperkirakan bahwa lebih dari tiga juta hektar lahan di Assam rawan banjir, yang kira-kira satu juta hektar terkena dampak langsung setiap tahun.

Biaya sosial, ekonomi dan ekologis dari banjir itu sangat besar, kata laporan itu, seraya menambahkan bahwa Assam telah mengalami tanah longsor yang tidak dapat diperbaiki.

“Sejak 1954, erosi lebih dari 0,42 juta hektar lahan telah terjadi, yang merupakan 7,1 persen dari luas daratan negara bagian,” kata laporan itu. 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi