UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Agung Islamabad Buka Kursus Kepemimpinan Bagi OMK di Pakistan

Juli 23, 2019

Uskup Agung Islamabad Buka Kursus Kepemimpinan Bagi OMK di Pakistan

Uskup Islamabad-Rawalpindi Mgr Joseph Arshad saat meresmikan kursus persiapan tes masuk Layanan Superior Pusat (LSP) bagi orang muda Katolik (OMK) di Sekolah Cambridge St. Maria. (Foto: Kantor Komunikasi Sosial Keuskupan Islamabad-Rawalpindi)

Uskup Islamabad-Rawalpindi Mgr Joseph Arshad telah meresmikan kursus persiapan selama enam bulan untuk 50 orang muda Katolik (OMK) di Sekolah Cambridge St. Maria di wilayah keuskupannya.

Kursus ini dirancang khusus untuk membantu OMK dalam mempersiapkan diri menghadapi tes masuk Layanan Superior Pusat (LSP) yang diadakan setiap tahun untuk merekrut masyarakat untuk menduduki sejumlah posisi dalam pemerintahan.

“Ini merupakan inisiatif untuk membantu mereka mewujudkan mimpi dan memfasilitasi mereka untuk mengembangkan diri dan keluarga mereka,” kata Mgr Arshad pada sebuah pertemuan pada 19 Juli lalu.

“Saya punya harapan besar kepada para pelajar yang terpilih untuk mengikuti kursus ini. Ini adalah peluang emas bagi mereka untuk bisa lolos dalam tes masuk LSP,” kata prelatus itu.

“Saya akan mengurus semua biaya pengadaan buku dan honor para guru yang mengajar,” lanjutnya.

Mgr Arshad mengatakan pemerintah Pakistan telah memberi kuota lima persen kepada komunitas minoritas agama. “Sayangnya hanya sedikit umat Kristen yang melamar. Saya ingin melihat OMK duduk dalam pemerintahan.”

“Ke-50 OMK ini adalah angkatan pertama. Saya ingin melakukannya secara reguler untuk membantu dan mendukung sebanyak mungkin OMK sehingga umat kita tidak hanya melamar sebanyak kuota yang disediakan tetapi juga berdasarkan keinginan mereka sendiri.

“Ini kali pertama bagi Gereja Katolik di Pakistan untuk mengambil inisiatif dalam membantu OMK mempersiapkan diri menghadapi tes masuk LSP,” lanjutnya.

Tes masuk LSP diadakan oleh Komisi Layanan Publik Federal (KLPF) untuk merekrut calon pegawai untuk posisi hingga level 17.

Layanan tersebut mencakup komers dan perdagangan, bea dan cukai, manajemen distrik, urusan luar negeri, pajak penghasilan, informasi publik, lahan militer, manajemen kantor, audit dan akuntansi, layanan polisi, layanan pos dan kereta api.

Tes masuk LSP terbuka untuk empat posisi dan terdiri atas tes tertulis, tes kesehatan, tes psikotes dan tes lisan. Kandidat harus berusia 21-30 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan selama 14 tahun.

Direktur Pemuda Katolik di Keuskupan Islamabad-Rawalpindi Romo Anthan Ilyas mengatakan: “Kita sangat berharap benih-benih yang kita tanam hari ini akan segera menuai buah-buah kesuksesan … . Kita merasa pengembangan OMK kita merupakan pengembangan komunitas kita dan Gereja.”

Romo Sarfaraz Simon, koordinator proyek, mengatakan kursus tersebut dimulai pada 22 Juli dan diadakan setiap hari kecuali Hari Sabtu selama enam bulan ke depan.

“Staf pengajar kami adalah umat Katolik, Islam dan Hindu yang berkualitas untuk membantu para siswa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tes masuk LSP,” katanya.

Rohail Tariq, seorang peserta kursus, mengatakan ia mengetahui tentang inisiatif itu dari parokinya.

“Saya beruntung bisa terpilih untuk mengikuti kursus ini setelah lolos tes tertulis dan wawancara,” kata OMK berusia 25 tahun itu.

“Ini kesempatan besar buat kami semua. Saya berterima kasih kepada Gereja, khususnya Bapa Uskup kita, atas dukungan yang telah diberikan kepada OMK termasuk saya,” lanjutnya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi