UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

OMK Filipina Mencari Gereja yang Berjalan Bersama Kaum Muda

Juli 24, 2019

OMK Filipina Mencari Gereja yang Berjalan Bersama Kaum Muda

Ratusan umat Katolik Filipina menghadiri pembukaan Konferensi tentang Evangelisasi Baru di Manila pada 19 Juli. (Foto oleh Jire Carreon)

Mencari teladan bagi generasi baru kaum muda Katolik menjadi pesan mendasar dari pertemuan tahunan tentang evangelisasi baru yang baru saja diadakan di Manila, Filipina.

Konferensi Filipina tentang Evangelisasi Baru, yang sekarang memasuki tahun keenam, berakhir pada 21 Juli dengan sebuah catatan penting bagi umat Katolik agar menemani kaum muda dalam ‘mencari kebenaran.”

Pertemuan tahun kali ini yang mengusung tema, “Kaum Muda Filipina Berjalan bersama Yesus,” memfokuskan diskusi pada upaya memperkuat dan memperkaya iman serta kehidupan spiritual anak muda Filipina.

Uskup Daet Mgr Rex Andrew Alarcon mengatakan yang dihadiri lebih dari 5.000 umat Katolik Filipina untuk membantu kaum muda menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka.

“Sebagian besar pertanyaan orang muda saat ini adalah apakah Tuhan itu nyata [dan] apa itu kebenarannya?” kata uskup itu.

“Kaum muda memiliki pertanyaan yang sangat berani, yang banyak di antaranya, kita, para tetua tidak bisa menjawab,” tambahnya.

Dia mengatakan orang-orang dewasa perlu berjalan bersama para remaja untuk mencari kebenaran dengan memberi mereka “rasa memiliki” dan untuk membantu mereka menggunakan kebebasan mereka untuk mengembangkan komitmen yang matang.

“Jika kita masih tetap tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, yang penting adalah mereka merasa memiliki seseorang dalam mencari kebenaran,” katanya.

Bo Sanchez, seorang pengkhotbah awam Katolik dan pendiri Pelayanan Terang Yesus, mengatakan bahwa kaum muda Katolik membutuhkan “saksi otentik” untuk menjalankan iman.

“Mereka membutuhkan orang-orang nyata, yang otentik … melalui media sosial dan berakhir dalam hubungan tatap muka,” kata Sanchez.

“Mereka tidak akan tahu cinta Tuhan pada tingkat teoretis jika mereka tidak mengalami cinta Tuhan melalui hubungan pribadi mereka dengan orang itu,” katanya.

“Mereka membutuhkan mentor, orang yang bisa mengucapkan tiga kata, ‘datang dan lihat,'” kata Sanchez.

Orang-orang dari berbagai kalangan berbagi pengalaman selama pertemuan tiga hari di Universitas Santo Tomas di Manila.

Atlet Sisi Rondina membagi pengalamannya tentang bagaimana dia menghadapi kecemasan, masalah kesehatan mental yang dikeluhkan oleh kaum muda.

“Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar dia menenangkan kecemasan saya,” katanya, menambahkan bahwa setelah dia meninggalkan gereja dia merasa sangat ringan.

“Sungguh melegakan bahwa Tuhan menyembuhkan kita,” kata Rondina.

Dalam sharingnya selama pertemuan itu, Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila mengingatkan apa yang disebut norma atau kriteria kesehatan mental.

“Memang baik bahwa kita sekarang cukup terbuka dalam membahasnya, namun berhati-hatilah dengan apa yang disebut norma atau kriteria kesehatan mental,” kata kardinal.

“Terkadang orang mengatakan bahwa untuk dianggap sehat secara mental Anda tidak perlu mengalami kesepian, tidak perlu mengalami frustrasi,” katanya.

Tetapi kardinal mengatakan bahwa seseorang yang mengalami momen kesepian bukan berarti dia sudah “tidak stabil secara mental.”

“Tidak setiap hari akan baik-baik saja, dan tidak setiap momen adalah momen yang menyenangkan,” katanya.

Kardinal Tagle mengatakan kemampuan seseorang untuk menghadapi frustrasi harus menjadi bagian dari kesehatan mental.

“Ketika Anda tahu bagaimana menanganinya, bagaimana menghadapinya, dan tidak kehilangan harapan, maka Anda seorang yang secara mental sehat, seorang yang normal,” katanya.

Kardinal Tagle memprakarsai konferensi tentang evangelisasi baru pada 2013 sebagai tanggapan terhadap tantangan evangelisasi baru dan sebagai persiapan untuk peringatan 500 tahun kedatangan agama Kristen di Filipina.

Sekarang di tahun keenamnya, kardinal membagikan harapannya bahwa setelah konferensi “kita semua akan berjalan bersama dengan kaum muda, Gereja, masyarakat, ciptaan dan dengan Yesus.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi