UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Partai Hindu di India Merangkul Komunitas Kristen di Mizoram

Juli 25, 2019

Partai Hindu di India Merangkul Komunitas Kristen di Mizoram

Para perempuan mengambil bagian dalam tarian bambu pada 1 Maret selama festival Kut di Aizawl, ibukota negara bagian Mizoram yang mayoritas Kristen, Aizawl. (Foto: IANS)

Partai Bharatiya Janata (BJP), yang tercatat sebagai yang paling dominan dan pro-Hindu melancarkan tawaran di negara bagian Mizoram di timur laut India, yang adalah mayoritas Kristen untuk meningkatkan citra positifinya.

Penduduk Mizoram kebanyak masyarakat adat, di bandingkan di negara bagian lain di India, di mana Kristen mencpai 87 persen dari 1,1 juta penduduknya.

Para pemimpin BJP, yang berkuasa di tingkat nasional dan di banyak negara bagian, dianggap di masa lalu bersikap apatis terhadap kekerasan oleh kelompk garis keras nasionalis Hindu.

Namun, pada 24 Juli di Mizoram diluncurkan apa yang disebut “Sel Misionaris” yang baru.

Lal Hriatrenga Chhangte, seorang pemimpin Kristen setempat yang bergabung dengan partai baru-baru ini, ditunjuk untuk memimpin kelompok itu yang ditugasi menjangkau orang-orang Kristen.

Chhangte mengatakan kepada ucanews.com bahwa langkah itu telah disetujui dan diamanatkan oleh pimpinan pusat BJP.

Para misionaris dari Mizoram yang melayani di seluruh India akan dapat memanfaatkan saluran bantuan 24 jam ketika menghadapi masalah, kata Chhangte.

Dia menambahkan bahwa tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang positif dengan semua gereja.

“BJP bermaksud untuk hadir sebagai teman orang Kristen dan organisasi Kristen,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden BJP Mizoram. J.V. Hluna menyatakan keinginan untuk mengatasi kesalahpahaman dan tentang partai itu di Mizoram dan seluruh India dengan menekankan bahwa BJP adalah partai yang benar-benar sekuler yang percaya pada Konstitusi India.

Para pemimpin negara bagian BJP memperkirakan bahwa sekitar 5.000 orang yang disebut misionaris Kristen ‘Mizo’ dari berbagai denominasi bekerja di berbagai wilayah di India.

Para pemimpin Kristen di negara berpenduduk padat itu mengeluh tentang meningkatnya kekerasan terhadap para misionaris, khususnya di desa-desa di India utara oleh kelompok garis keras Hindu.

Mereka juga menuduh pemerintah yang dipimpin BJP di sebagian besar negara bagian India utara merangkul kelompok-kelompok Hindu yang berusaha menjadikan India sebagai negara Hindu, sesuatu yang dikatakan membuat mereka berani menyerang anggota minoritas agama.

Komunitas-komunitas Kristen yang didominasi orang Presbyterian memiliki pengaruh sosial dan politik di negara bagian Mizoram yang berbukit-bukit, yang diapit oleh Bangladesh dan Myanmar.

Laporan media lokal mengatakan upaya BJP untuk menarik perhatian umat Kristen dimulai setelah gagal dalam pemilihan tahun lalu.

Partai itu memperebutkan 39 dari 40 kursi Mizoram, tetapi hanya menang satu.

Partai itu juga memperebutkan satu-satunya kursi parlemen nasional untu Mizoram, tetapi berada di urutan ketiga di belakang partai lokal dan aliansi yang dipimpin oleh saingan utama BJP, Partai Kongres.

Namun, BJP memiliki kekuatan politik yang cukup besar di keenam negara bagian lain di wilayah tersebut, yakni di Assam, Manipur, Tripura dan negara bagian Arunachal Pradesh, serta merupakan bagian dari koalisi yang memerintah Nagaland dan Meghalaya.

Mizoram adalah salah satu dari tiga negara bagian mayoritas Kristen di India bersama dengan Meghalaya dan Nagaland.

Namun, orang-orang Kristen di Tripura yang berdekatan juga memilih BJP pada pemilihan Februari 2018.

“Karena itu, idenya adalah untuk menggaet pemilih Kristen dan membuat terobosan,” kata Robert Vanlalhana, seorang guru yang berbasis di Mizoram.

Inisiatif itu bertepatan dengan dorongan keanggotaan maraton nasional BJP yang diluncurkan pada minggu pertama bulan Juli.

Beberapa penduduk setempat ragu dan  menyatakan bahwa hotline itu akan berpeluang untuk mengumpulkan data pribadi para misionaris dan dapat digunakan oleh kelompok Hindu garis keras untuk menargetkan mereka.

Baik Hluna dan Chhangte menyangkal kemungkinan seperti itu dan mengatakan nomor kontak misionaris akan dirahasiakan,

Uskup Aizawl, Mgr Stephen Rotluanga, di ibu kota negara bagian Mizoram, n untuk sementara menyambut inisiatif tersebut tetapi menambahkan bahwa perlu berhati-hati terkait upaya bermotif politik.

“Kita perlu tahu apa sebenarnya agenda mereka dan seberapa serius mereka dengan kata-kata mereka,” kata Uskup Rotluanga.

Sajan K George, yang memimpin Dewan Global Kristen India (GCIC), menyatakan keraguan atas motif BJP.

“Jika mereka (BJP) serius, silahkan menghentikan persekusi orang-orang Kristen di negara-negara yang diperintah BJP,” katanya kepada ucanews.com.

“Tidak ada yang akan mengambil langkah seperti itu dengan serius.”

Namun, pemimpin Kristen A. C. Michael, mantan anggota Komisi Minoritas Delhi, menyambut langkah itu sebagai “inisiatif besar BJP.”

“Akan lebih baik jika mereka memulai hal yang sama di seluruh India terutama di negara-negara seperti Utter Pradesh, di mana terjadi banyak kekerasan terhadap umat Kristen dalam beberapa tahun terakhir,” kata Michael.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi