UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Berduka atas Meninggalnya Mantan Menlu India

Agustus 8, 2019

Gereja Berduka atas Meninggalnya Mantan Menlu India

Para pekerja menghias ambulans dengan bunga-bunga dan foto mantan menteri luar negeri Sushma Swaraj di markas besar Partai Bharatiya Janata di New Delhi pada 7 Agustus. (Foto oleh Money Sharma / AFP)

Para pemimpin Gereja menyampaikan belasungkawa atas kematian Sushma Swaraj, mantan menteri luar negeri India, mengingat perannya dalam menjamin kebebasan bagi dua imam Katolik yang diculik.

Swaraj, anggota terkemuka Partai Bharatiya Janata (BJP) yang pro-Hindu, meninggal pada 6 Agustus karena serangan jantung. Dia meninggal pada usia 67 tahun.

“Dia memberikan sentuhan manusiawi dalam semua keputusan kementeriannya. Sebagai menteri luar negeri, ia adalah duta besar terbaik kita dan memberikan citra besar negara ini di mata internasional, ”kata Kardinal Oswald Gracias, presiden konferensi uskup India.

Swaraj mengepalai kementerian luar negeri selama masa jabatan pertama (Mei 2014 hingga Mei 2019) dari Perdana Menteri Narendra Modi. Karena menderita diabetes akut, dia menjalani transplantasi ginjal pada 2016. Dia kemudian menjauhkan diri dari politik aktif dan tidak lagi bagian dari kabinet.

Swaraj adalah bagian dari kabinet federal dan menteri kesehatan saat terakhir kali BJP memimpin pemerintahan di bawah PM Atal Bihari Vajpayee antara 1998 dan 2004.

Kardinal Gracias mengenang dengan rasa terima kasih atas niat dan bantuannya untuk pembebasan Pastor Thomas Uzhunnalil, seorang imam Salesian, yang ditahan oleh tersangka teroris di Yaman selama 18 bulan.

Pastor Uzhunnalil dibebaskan pada September 2017 setelah ia diculik dalam sebuah serangan di panti jompo yang dikelola oleh Misionaris Cinta Kasih di Aden pada 4 Maret 2016.

Swaraj bekerja sangat keras untuk pembebasan imam, kata Uskup Theodore Mascarenhas, yang menjadi sekretaris jenderal konferensi para uskup pada saat itu.

“Dia memberi wajah manusiawi kepada kementerian itu dengan memperhatikan masalah-masalah yang dialami orang-orang dan berkomunikasi bahkan melalui media sosial,” katanya kepada ucanews.com.

Dia keluar dari jalur biasa demi membantu orang India yang terdampar di luar negeri untuk pulang dan bahkan membantu orang yang memiliki masalah dengan dokumen perjalanan.

“Dia sangat keibuan dalam mengurusi masalah-masalah,” kata uskup.

Pada bulan Desember 2016, Swaraj terdaftar dalam 100 pemikir global terkemuka untuk 2016 oleh majalah Kebijakan Luar Negeri internasional karena membantu menciptakan brand diplomasi Twitter.

Sangat peduli pada komunitas Kristen

Pemerintah dan Swaraj juga berperan dalam membebaskn Pastor Alexis Prem Kumar, yang diculik oleh tersangka militan Taliban di Afghanistan.

Imam itu diculik di provinsi Herat di Afghanistan barat oleh orang-orang bersenjata tak dikenal pada 2 Juni 2014. Ia dibebaskan pada 22 Februari 2015.

“Urusan pembebasannya dilakukan oleh pemimpin India, termasuk di tingkat tertinggi oleh Perdana Menteri Modi dan menteri Swaraj,” kata seorang pejabat kementerian urusan luar negeri pada 2015.

Uskup Mascarenhas mengatakan Swaraj memiliki perhatian khusus bagi komunitas Kristen. Dia mencintai Gereja Katolik. Dia terluka setiap kali Gereja dilukai.

Uskup juga mengungkap ketertarikan pribadi Swaraj pada delegasi resmi India yang mengunjungi Vatikan untuk kanonisasi Bunda Teresa pada 4 September 2016.

“Dia sungguh kagum pada kekidmatan upacara dan ketenangan ribuan orang yang berkumpul untuk itu,” katanya.

Kardinal Gracias ingat bahwa Swaraj memiliki “pengabdian khusus” untuk Bunda Teresa dan dia juga bertemu dengan Paus Fransiskus setelah upacara kanonisasi.

“Bapa Suci kemudian berkomentar, ‘Menteri Luar Negeri India adalah orang yang sangat religius,” katanya.

Kardinal George Alencherry, kepala Gereja Siro-Malabar yang berbasis di Kerala, mengenang kesediaan Swaraj untuk membantu orang-orang yang bermasalah.

Dia dicintai oleh Gereja Siro-Malabar karena intervensi diplomatiknya yang kritis untuk menyelesaikan beberapa masalah yang melibatkan para migran, termasuk pemulangan yang aman dari sejumlah perawat Kerala yang terdampar di Irak,” katanya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi