UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Puluhan Paroki di KAJ Sumbang Hewan Kurban

Agustus 12, 2019

Puluhan Paroki di KAJ Sumbang Hewan Kurban

Paroki St. Yosep Matraman, Jakarta Timur, memberikan satu ekor sapi dan dua ekor kambing kepada umat Muslim di sekitar gereja pada perayaan Idul Adha 11 Agustus 2019. (Foto oleh Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Sekitar 42 paroki yang berada di wilayah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menyumbang 234 kambing dan tujuh sapi serta uang tunai sebesar 10 juta rupiah kepada umat Islam yang merayakan Idul Adha tahun ini.

Diantaranya adalah Paroki Katedral St. Perawan Maria Diangkat ke Surga di Jakarta Pusat dan Paroki St. Yoseph di Matraman, Jakarta Timur.

Romo Albertus Hani Rudi Hartoko SJ, kepala Paroki Katedral St. Perawan Maria Diangkat ke Surga, menyerahkan satu ekor sapi seberat sekitar 800 kilogram kepada Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Asep Saepusin di area Masjid Istiqlal pada Sabtu (10/8). 

Sementara itu, Romo Servatius Dange SVD, kepala Paroki St. Yoseph, menyerahkan satu ekor sapi seberat sekitar 300 kilogram dan dua ekor kambing kepada Ketua RW 08 Kelurahan Palmeriam Zuli Agus di area Sekolah St. Antonius pada Minggu (11/8).

“Ini ungkapan cinta kami. Ini ungkapan bahwa kita senasib, seperjuangan dan seperasaan dengan umat Islam yang ada di tempat ini. Semoga ini menjadi kekuatan serta meningkatkan persaudaraan dan solidaritas kita hari ini dan juga hari esok,” kata Romo Servatius dalam sambutannya.

“Semoga apa yang kami berikan ini menjadi ungkapan sederhana atas cinta kami kepada Saudara-Saudari umat Islam di sekitar sini,” lanjutnya.

Menurut Agus, apa yang dilakukan umat Katolik merupakan sebuah langkah positif.

“Terutama saat ini kita sedang dibenturkan dengan berbagai macam isu. Dan ini adalah langkah yang positif sehingga umat Islam sangat berkeyakinan bahwa tidak ada gap di antara kita, bahwa kita sama sebagai bangsa Indonesia. Saya sangat mengapresiasi teman-teman dari paroki,” katanya kepadaucanews.com

Ia mengatakan inisiatif umat Katolik tersebut turut meningkatkan toleransi antar-umat beragama. “Bahkan waktu saya membagikan kupon, umat Islam kaget, ternyata tahun ini ada hewan kurban dari paroki ini. Mereka sangat senang,” lanjutnya.

Ketua panitia program, Laurentius Yoseph Nirmono, mengakui bahwa Paroki St. Yoseph baru pertama kali menyumbang hewan kurban kepada umat Islam.

“Ini yang pertama kali. Tujuannya adalah membangun relasi sosial antar-sesama dan juga berbagi dengan masyarakat sekitar yang kurang mampu,” katanya kepada ucanews.com.

Ia mengatakan daging hewan kurban tersebut dibagikan kepada sekitar 240 orang.

“Dari panitia diberikan kupon. Pedagang kaki lima juga kita perhatikan. … Kami serahkan penyerahan daging hewan kurban kepada RT dan RW,” lanjutnya, seraya berharap bahwa memberikan sumbangan hewan kurban akan menjadi sebuah tradisi sehingga hubungan antara umat Katolik dan umat Islam menjadi semakin harmonis.

Salah seorang penerima daging hewan kurban, Herman Sutisna, anggota Satpol PP, menyambut baik inisiatif umat Katolik tersebut.

“Saya senang bisa menerima daging hewan kurban sumbangan ini. Saya tidak melihat siapa yang menyumbang. Intinya mereka ikhlas menyumbang satu ekor sapi dan dua ekor kambing kepada umat Islam. Tidak perlu melihat agama mereka. Hal terpenting, hati mereka tulus,” katanya kepada ucanews.com.

Menurut Romo Antonius Suyadi Pr, ketua Komisi Hubungan Antar-Agama dan Kemasyarakatan KAJ, memberi sumbangan hewan kurban kepada umat Islam bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, penghormatan dan partisipasi di kalangan umat Katolik.

“Ini lebih dalam dari toleransi. Ini mengajak kita untuk saling bekerjasama, berkolaborasi, kemudian saling meningkatkan hidup bersama menjadi lebih baik. Lebih-lebih nanti untuk mencapai pada kesejahteraan hidup,” katanya kepadaucanews.com.

“Salah satunya berbagi, tolong-menolong. Ini simbol-simbol kecil. Yang besar dilakukan nanti jauh lebih banyak, misalnya bekerjasama untuk mengatasi masalah ketidakadilan di sekitar mereka masing-masing,” lanjutnya, seraya mengatakan masih banyak warga ibukota yang tidak bisa merasakan nikmatnya daging sapi atau daging kambing setiap hari.

Ia mengatakan inisiatif semacam itu sudah dilakukan beberapa paroki sejak 2015.

“Partisipasi semakin banyak setiap tahun, tergantung situasi masing-masing paroki. Tanggapan umat berbagai macam, tetapi pada umumnya menerima dengan baik karena mereka diberi penjelasan bahwa ini bukan dalam rangka ibadah tetapi dalam rangka memupuk nilai kebersamaan, gotong-royong,” katanya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi