UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Filipina Sampaikan Pembelaan Tertulis atas Tuduhan Penghasutan

Agustus 12, 2019

Uskup Filipina Sampaikan Pembelaan Tertulis atas Tuduhan Penghasutan

Sekelompok orang berdoa rosario di luar gedung Departemen Kehakiman di Manila pada 9 Agustus untuk menunjukkan dukungan mereka kepada para pemimpin Gereja Katolik yang dituduh berencana menggulingkan Presiden Rodrigo Duterte. (Foto: Angie de Silva)

Para uskup di Filipina yang dituduh berencana menggulingkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte telah menyampaikan tanggapan kepada pihak pengadilan.

Meskipun hanya pensiunan Uskup Teodoro Bacani yang terlihat mengajukan surat pernyataan pada 8 Agustus, Departemen Kehakiman memastikan bahwa para uskup lain sudah menyampaikan tanggapan mereka terhadap tuduhan tersebut.

Semua mengajukan “pernyataan penolakan tertulis” mereka sehari sebelum dimulainya penyelidikan pendahuluan terhadap pengaduan yang diajukan oleh Kepolisian Nasional Filipina bulan lalu.

Uskup lain yang dituduh adalah Uskup Cubao Mgr Honao Ongtioco, Uskup Kalookan Mgr Pablo Virgilio David Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas. 

Yang juga dituduh adalah mantan sekretaris pendidikan Bruder Armin Luistro, Pastor Flaviano Villanueva SVD, Pastor Albert Alejo SJ dan Pastor Robert Reyes.

Tuduhan bermula dari video yang beredar di beberapa platform media sosial awal tahun ini yang menghubungkan Duterte dan keluarganya dengan perdagangan narkoba ilegal.

Seseorang yang disebut sebagai Joemel Advincula mengklaim dalam sebuah video dan di sebuah media briefing awal tahun ini bahwa putra Duterte, Paolo Duterte, dan pembantu presiden Bong Go terlibat dalam sindikat narkoba.

Namun, berminggu-minggu kemudian, Advincula, yang juga dikenal sebagai Bikoy, dihadirkan oleh polisi kepada media di mana ia mengklaim oposisi dan beberapa orang gereja berada di belakang persekongkolan untuk menggulingkan presiden.

Dalam sebuah pernyataan yang diajukan ke pengadilan, Advincula menyebut para uskup  itu sebagai bagian dari “kelompok bayangan” yang diduga memberi dukungan keuangan, logistik, keamanan dan akomodasi untuk persekongkolan melawan presiden.

“Saya tidak tahu siapa Bikoy ini. Saya belum pernah bertemu dengannya, saya belum pernah berbicara dengannya, kami tidak mengenal satu sama lain, kami tidak memiliki komunikasi satu sama lain, jadi saya tidak ada hubungannya dengan itu, “kata Uskup Bacani. 

“Tidak ada bukti bahwa kita berkomunikasi.”

Di samping mengkonfirmasikan semua uskup yang dituduh telah mengajukan tanggapan mereka terhadap tuduhan, dia mengatakan mereka tidak akan menghadiri penyelidikan pendahuluan di Departemen Kehakiman.

Uskup David sebelumnya mengecam tuduhan itu, yang dia gambarkan sebagai tuduhan “tidak adil” dan “kejam”.

“Apa yang memotivasi saksi memberikan kesaksian palsu adalah apa yang sebenarnya mereka selidiki,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Maksudnya jelas: murni pengancaman dan sebuah upaya pihak [polisi] untuk tidak melakukan tugas tersumpah mereka tetapi apa yang mereka pikir akan menyenangkan pihak berwenang yang lebih tinggi.”

Organisasi bantuan pastoral internasional Gereja Katolik, Aid to the Church in Need (ACN), mengeluarkan pernyataan pada 9 Agustus yang menyerukan umat Katolik untuk berdoa demi keselamatan para uskup.

Jonathan Luciano, direktur ACN, mengatakan mereka “sedih dengan tuduhan tak berdasar” terhadap para uskup. “Tuduhan semacam itu terhadap mereka merupakan penganiayaan terhadap Gereja,” katanya.

“Para uskup yang dituduh secara tidak adil atas penghasutan adalah contoh para pelayanan rendah hati yang berdedikasi bagi kesejahteraan rakyat Filipina dan juga untuk banyak tujuan kemanusiaan … bukti dari cinta tak terbantahkan mereka kepada negara,” tambah Luciano.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi