UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Bantu Korban Banjir yang Menewaskan 169 Orang di India

Agustus 13, 2019

Gereja Bantu Korban Banjir yang Menewaskan 169 Orang di India

Pandangan dari udara distrik Thrissur Kerala yang dilanda banjir pada 11 Agustus. Sekitar 250.000 orang terlantar di Kerala dan tinggal di 1.600 kamp bantuan yang mencakup sekolah yang dikelola gereja, hostel, dan bahkan gereja. (Foto IANS)

Lembaga-lembaga gereja telah bekerja sama dalam upaya memberikan bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di India, yang menewaskan setidaknya 169 orang.

Hujan deras sejak awal Agustus membuat bendungan-bendungan meluap, memaksa pihak berwenang untuk melepaskan air ke sungai yang sudah penuh dan menyebabkan banjir mengalir ke daerah pemukiman di negara-negara selatan dan barat termasuk Karnataka, Tamil Nadu Andhra Pradesh, Goa, Maharashtra, dan Gujarat.

Kerala yang sebelumnya dilanda banjir dan menewaskan 480 orang pada Agustus lalu, juga merupakan yang terburuk tahun ini. Sedikitnya 70 orang tewas di negara bagian itu, di mana hujan lebat mulai 9-11 Agustus menyebabkan beberapa tanah longsor.

Sekitar 250.000 orang telah mengungsi di Kerala dan tinggal di 1.600 kamp bantuan yang mencakup sekolah yang dikelola gereja, asrama dan bahkan gereja.

“Kami telah membuka semua lembaga kami untuk menampung orang-orang yang membutuhkan di tempat akomodasi sementara dan aman,” kata Pastor George Vettikattil, yang mengepalai Forum Layanan Sosial Kerala yang mengoordinasikan upaya amal dari semua 32 keuskupan Katolik di negara bagian itu.

Badan-badan Gereja menampung sekitar 45.000 orang di 300 lembaga gereja yang digunakan sebagai kamp bantuan, katanya.

Sekitar 50 orang dilaporkan meninggal di salah satu tanah longsor di desa Kavalappara di distrik Malappuram pada 8 Agustus, ketika sekitar 30 dari 70 rumahnya terkubur di bawah lumpur.

Tanah longsor lainnya di Puthumala, sebuah desa yang sebagian besar penduduknya adalah pekerja perkebunan teh di kabupaten Wayanad, menewaskan 11 orang, sementara tujuh orang hilang.

Pastor Manoj Kakkonal, yang memimpin radio komunitas di distrik yang dicakup oleh Keuskupan Manathavady, mengatakan kepada ucanews.com pada 12 Agustus bahwa pencarian mayat terus dilakukan di Puthumala.

“Banyaknya lumpur, batu-batu besar dan puing-puing rumah, dan hujan yang terus-menerus, menyulitkan pencarian pada hari-hari awal,” kata imam itu.

Hujan telah mereda sejak 11 Agustus dan polisi dan tim penyelamat tentara telah bergabung dengan masyarakat setempat dalam pencarian itu, katanya.

Pastor Kakkonal mengatakan para relawan keuskupan “sibuk mengunjungi orang-orang yang terdampar di rumah mereka dan menawarkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.”

Stasiun radionya mengirimkan informasi sepanjang waktu untuk memberi tahu orang-orang tentang hujan, kamp-kamp bantuan di dekat mereka dan cara-cara untuk menghubungi sukarelawan untuk mendapatkan bantuan.

“Kami telah menerima panggilan panik dari orang-orang dan memberi tahu otoritas pemerintah untuk menyelamatkan mereka yang membutuhkan perhatian segera. Kami juga mengirimkan sukarelawan untuk membantu yang membutuhkan dalam batas kami, ”kata Pastor Kakkonal.

“Keuskupan itu juga menginstruksikan semua paroki untuk menyediakan generator mereka untuk mengisi daya ponsel orang-orang sehingga mereka dapat menghubungi kerabat mereka.”

Kardinal George Alencherry, uskup agung utama dan kepala Gereja Siro-Malabar yang berbasis di Kerala, telah meminta semua keuskupan untuk membuka fasilitas mereka bagi yang membutuhkan.

Pastor Jose Plachickal, vikjen Keuskupan Idukki, mengatakan kebanyakan orang di daerah perbukitan takut akan longsor lanjutan.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi