UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus Desak Negara-Negara Agar Melindungi Korban Perang

Agustus 13, 2019

Paus Fransiskus Desak Negara-Negara Agar Melindungi Korban Perang

Paus Fransiuskus melambaikan tangan kepada para peziarah di Lapangan Basilika St Petrus pada 11 Agustus. (Foto oleh Filippo Monteforte/AFP)

Memperingati Konvensi Jenewa, Paus Fransiskus mendesak negara-negara untuk mengingat kembali perlunya melindungi kehidupan dan martabat para korban perang dan konflik bersenjata.

“Setiap orang diharuskan untuk mematuhi batasan yang diberlakukan oleh hukum humaniter internasional, melindungi populasi yang tidak bersenjata dan struktur sipil, terutama rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, kamp-kamp pengungsi,” katanya setelah berdoa Angelus dengan pengunjung berkumpul di Lapangan St. Petrus di Vatikan pada 11 Agustus.

Paus mengingatkan orang-orang bahwa 12 Agustus merupakan peringatan ke 70 Konvensi Jenewa, yang merupakan “instrumen hukum internasional penting yang menerapkan batasan penggunaan kekuatan bersenjata dan bertujuan melindungi warga sipil dan tahanan pada saat perang.”

“Semoga peringatan ini membuat negara-negara semakin sadar akan perlunya melindungi kehidupan dan martabat korban konflik bersenjata,” kata paus.

“Dan janganlah kita lupa bahwa perang dan terorisme selalu merupakan kerugian serius bagi seluruh umat manusia. Mereka adalah kekalahan besar manusia!”

Konvensi Jenewa tahun 1949 memperluas perjanjian internasional sebelumnya untuk perlakuan manusiawi terhadap personel militer yang terluka atau ditangkap, personel medis dan warga sipil, dengan memasukkan peraturan yang melindungi tahanan perang dari penyiksaan dan penganiayaan, dan memberi mereka perumahan, makanan, dan pengawasan oleh Palang Merah Internasional.

Artikel-artikel baru juga menyerukan untuk melindungi warga sipil yang terluka, sakit dan hamil serta para ibu dan anak-anak.

Warga sipil harus memiliki akses ke perawatan medis yang memadai dan tidak boleh dideportasi secara kolektif atau dipaksa bekerja dengan pasukan pendudukan tanpa dibayar.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi