UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Seniman Vietnam Adakan Pameran Lukisan Bunda Maria

Agustus 13, 2019

Seniman Vietnam Adakan Pameran Lukisan  Bunda Maria

Para pengunjung melihat sebuah lukisan yang disebut 'Me Bien Troi' di lokasi pameran di Hue pada 3 Agustus. (Foto: Peter Nguyen)

Sebuah pameran lukisan mengenai perempuan Vietnam dan Bunda Maria  yang diadakan oleh Gereja bertujuan menginspirasi para pengunjung dengan cinta keibuannya.

Sekitar 80 lukisan dan ukiran oleh   56 seniman Katolik dan  non-Katolik dipamerkan di  Pusat Pastoral di  Hue dari 3-9 Agustus dan kini sedang diadakan di Tempat Doa Nasional SP Maria La Vang dari 12-16 Agustus.

Pameran itu bertemakan  “Kembali kepada Ibu”, yang diadakan oleh komisi kebudayaan keuskupan agung  Hue dan  kelompok seniman yang dikelola Dominikan dari Kota Ho Chi Minh.

Pastor Philip Hoang Linh, ketua komisi itu, mengatakan acara itu bertujuan untuk menunjukkan realita kehidupan kaum ibu sehari-hari, dengan membantu para pengunjung mencintai keindahan dan kesucian Bunda Maria, yang diyakini telah menampakan diri di situs doa itu tahun  1798 bagi umat Katolik yang menderita akibat penganiayaan agama.

Pastor Linh mengatakan acara itu bertujuan agar para peziarah ikut merayakan Pesta SP Maria Diangkat ke Surga yang diadakan dari  13-15 Agustus di tempat doa nasional itu.

“Bunda Maria masih dekat dengan  kita dalam perjalanan bersama anaknya mengikuti Tuhan dan diangkat ke Surga,” kata Pastor Tay Loc itu.

Ia mengatakan lukisan dan ukiran itu menampilkan Bunda Maria, Bunda Allah, Bunda Maria La Vang dan kaum ibu  Vietnam dengan kasih keibuannya, kehidupan keluarga, doa, kegembiraan dan syukur.

Ia mengatakan lukisan “Ibu Hamil” mengenang Maria yang mengunjungi  Elizabet, sementara  “Ibu-ibu Menggendong Anak-anak mereka” mengingatkan Maria Menggendong kanak-kanak Yesus. Lukisan lain mengingatkan kembali orang  Bethlehem, Keluarga Kudus, SP Maria Diangkat ke Surga.

Seniman  Nguyen Luong Sang dari provinsi Quang Binh, yang melukis  “Me Bien Troi” (Ibu Laut dan Langit), mengatakan: “Bunda Maria adalah sebuah titik kulminasi yang memimpin umat untuk mengatasi bahaya dan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.”

Pelukis  Peter Ha Truong, 65, mengatakan ia melukis Bunda Maria dalam budaya lokal sambil Menggendong Yesus di sebuah rumah di pedesaan untuk mengingatkan para pengunjung tentang kasih dan kepedulian ibu-ibu mereka.

Thomas Tran Phuoc Dai, seorang pengunjung dari Da Nang mengatakan: “Pameran itu mengesankan saya dengan keindahan keibuan yang luar biasa. Lukisan tentang kasih keibuannya memberkati saya kedamaian dan mendorong saya kembali kepada Bunda  Maria.”

Seorang pengunjung lain, Maria Nguyen Thi Nga, 37, mengatakan pameran itu telah membawanya kepada Bunda Maria melalui lukisan tentang kehidupan ibu-ibu setiap hari.

“Saya percaya bahwa sekarang ibu saya berada bersama Bunda Maria di Surga karena Ia mencintai semua orang,” kata Nga, yang ibunya meninggalkan tahun lalu. “Saya percaya saya akan bersama mereka setelah meninggal.”

Pastor Linh, 41, mengatakan lukisan itu masing-masing dijual US$430 hingga US$2,150 dan panitia akan menggunakan 50 persen dari dana itu untuk membangun basilika baru di tempat doa itu.

Puluhan ribu peziarah termasuk umat agama lain mengunjungi tempat doa berusia  221 tahun itu setiap tahun dan menghadiri perayaan khusus untuk Pesta SP Maria Diangkat ke Surga.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi