UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Goa Perketat Pemakaian Nama Katolik Portugis

Agustus 14, 2019

Goa Perketat Pemakaian  Nama Katolik Portugis

Pengunjung terlihat di sebelah Gereja SP Maria Tak Bernoda, salah satu gereja tertua di Panjim, ibukota Negara Bagian Goa, India barat. (Foto: Indranil Mukherjee/AFP)

Negara Bagian Goa di India barat mengeluarkan peraturan yang menargetkan orang-orang yang ingin mengubah nama keluarga mereka agar lebih terdengar nama Katolik Portugis.

Peraturan itu dikeluarkan setelah pengaduan bahwa imigran dari negara-negara bagian lain banyak mengadopsi nama-nama yang umum di kalangan umat Katolik di Goa, sebuah jajahan Portugis selama 451 tahun hingga 1961.

Legislatif negara bagian itu pada 10 Agustus mengesahkan amandemen RUU yang melarang individu mengubah nama tanpa mengikuti serangkaian prosedur yang lebih ketat.

Di bawah amandemen, perubahan hanya diperbolehkan jika nama ditulis salah dalam akte kelahiran, salah eja atau jika nama tersebut tidak biasa atau tidak menyenangkan. Para pelanggar dapat dihukum tiga tahun penjara.

“Hanya orang-orang yang lahir di Goa yang dapat mengubah nama-nama mereka di bawah UU yang diamandemen,” kata Menteri Hukum Nilesh Cabral  kepada legislatif, seperti dikutip media lokal.

Sebelum amandemen, proses mengubah nama keluarga tidak sulit, sehingga memudahkan imigran ke negara bagian itu  menggunakan nama keluarga Katolik Portugis yang khas yang tidak terkait dengan tempat asal mereka.

Langkah pemerintah tersebut muncul setelah adanya keluhan bahwa ratusan imigran dari negara bagian lain di India mengubah nama mereka.

Viriato Fernandes dari Goencho Avaz (Suara Orang  Goa), sebuah kelompok yang telah berkampanye menentang perubahan nama tersebut, mengatakan kepada ucanews.com bahwa mereka memperkirakan setiap tahun lebih dari 1.600 orang secara ilegal mengganti nama.

Fernandes mengatakan sebelum amandemen, sebuah permohonan  diajukan sebelum registrasi negara, yang menyetujui perubahan nama setelah beberapa verifikasi dokumen. Pemohon itu kemudian perlu mempublikasikan perubahan tersebut di koran lokal untuk membuat perubahan tersebut efektif.

Dia mengatakan setiap tahun rata-rata 2.100 pemberitahuan seperti itu muncul di surat kabar. Mereka memperkirakan sekitar 75 persen dari mereka berasal dari non-Goa yang menggunakan nama Goa.

Amandemen tersebut sekarang mengharuskan para pelamar untuk menyerahkan bukti nama, tanggal lahir, nama orang tua, nama pasangan dan alamat tempat tinggal di antara perincian lainnya untuk membuktikan versi nama yang ingin diubah.

Manfaat nama Katolik Goa

Masyarakat setempat mengatakan bahwa banyak imigran lebih suka memiliki nama-nama Katolik Goa untuk diterima dalam masyarakat, pekerjaan, atau keuntungan pemerintah.

Valentino Vaz, seorang buruh kontrak yang menolak memberitahukan namanya, mengklaim bahwa ia mendapatkan kontrak lebih cepat setelah ia mengadopsi nama keluarga Katolik karena orang-orang pada umumnya percaya dan menganggap umat Katolik lokal dapat diandalkan.

Para anggota legislatif oposisi mengatakan kepada DPR  baru-baru ini bahwa nama-nama Hindu kasta rendah juga diambil oleh imigran untuk membuat diri mereka memenuhi syarat untuk skema kesejahteraan sosial pemerintah.

Pengadopsian nama keluarga yang terdengar Katolik Portugis dimulai tahun 1970-an dimana  orang-orang yang mengklaim nenek moyang Portugis memperoleh kewarganegaraan Portugis sehingga bermigrasi ke Portugal dan seterusnya ke negara-negara Eropa lainnya.

Di bawah hukum Portugis, warga negara yang lahir di bekas wilayah Portugis di Goa, Daman dan Diu sebelum 1961 berhak atas kewarganegaraan Portugis. Anak-anak mereka juga bisa mengklaim kewarganegaraan. 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi