UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Walikota Bogor Janjikan ‘Kabar Baik’ Terkait Kasus GKI Yasmin

Agustus 15, 2019

Walikota Bogor Janjikan ‘Kabar Baik’ Terkait Kasus GKI Yasmin

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto berbicara kepada wartawan pada 13 Agustus 2019 di sela-sela seminar bertajuk “Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleran dan Anti-Diskriminatif di Indonesia” yang digelar oleh SETARA Institute di Jakarta. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto merasa optimis bahwa kasus penyegelan gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang sudah berlangsung selama lebih dari sembilan tahun akan selesai akhir tahun ini.

“Jadi dua hal yang menjadi kemajuan bagi GKI Yasmin,” katanya kepada wartawan di sela-sela seminar bertajuk “Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleran dan Anti-Diskriminatif di Indonesia” yang digelar SETARA Institute pada Selasa (13/8) di Jakarta.

Pertama, katanya, semua pihak sepakat untuk fokus pada opsi solusi dan bukan perdebatan soal hukum di masa lalu. Kedua, GKI Yasmin membentuk Tim 7 tahun lalu untuk berunding bersama Tim Pemerintah Kota (Pemkot). 

Ia mengaku komunikasi antara Tim 7 dan Tim Pemkot berlangsung secara intensif dalam beberapa hari terakhir. “Saya optimis Natal akan ada kabar baik,” katanya. 

Namun ia enggan menyebut strategi yang akan diambil. “Saya tidak mau bicara soal strategi karena ini masih dalam proses komunikasi, terlalu prematur,” lanjutnya.

Dalam rilisnya, SETARA Institute menyebut 91 produk hukum yang dianggap diskriminatif di Propinsi Jawa Barat, termasuk Surat Keputusan Walikota Bogor No. 503/367-Huk tentang Pembatalan Surat Keputusan No. 601/389-Pem Tahun 2006 tentang Pendirian Gereja Yasmin Bogor.

Menanggapi pernyataan Bima, Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging menyampaikan apresiasi terhadap komitmen walikota untuk menyelesaikan kasus yang dihadapi jemaat Protestan tersebut.

“Solusi ini yang justru sedang kami tunggu. Kami menanti tendangan Pak Bima ke mana. Artinya beliau sudah bertahun-tahun, tahulah apa yang kami harapkan – bahwa gereja kami segera dibuka. Kan itu saja,” katanya kepada ucanews.com.

Ia mengakui bahwa penyelesaian kasus GKI Yasmin membutuhkan waktu yang tidak singkat. Namun hal ini tergantung pada walikota.

“Sekarang ibarat orang main bola, dapat penalti, tinggal beliau nendangnya ke mana. Gitu aja,” lanjutnya.

Pasca-penyegelan gereja oleh Pemkot Bogor pada 11 Maret 2010, jemaat GKI Yasmin mengadakan ibadah di seberang Istana Negara sejak 2011. 

Tahun ini, pada 18 Agustus nanti, jemaat GKI Yasmin akan mengadakan ibadah ke-200 di lokasi tersebut.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi