UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Peziarah Katolik Diserang di India

Agustus 22, 2019

Para Peziarah Katolik Diserang di India

Para peziarah Katolik India berjalan ke sebuah gua Maria popular di Velankanni di pesisir teluk Bengal. Sebuah kelompok diserang oleh kelompok pro Hindu pada 18 Agustus. (Foto: ucanews.com)

Polisi India telah menangkap enam anggota dari sebuah kelompok Hindu garis keras dan dijadikan tersangka karena menyerang  40 umat Katolik yang mengambil bagian dalam sebuah ziarah sejauh 450 kilometer menuju gua Maria  di kota Velankanni, Negara Bagian Tamil Nadu.

Para penyerang dituduh memblokir para peziarah di sebuah jalan pada 18 Agustus, memukul dan melecehkan mereka, kata Santhalingam, seorang polisi di Natrampalli, distrik Vellore.

Sebuah patung Bunda Maria yang dihiasi yang dibawa para peziarah dirusak dalam serangan itu, katanya kepada ucanews.com pada 21 Agustus.

Enam tersangka itu telah ditahan karena polisi ingin menyelidiki kasus itu. Mereka menghadapi tuduhan termasuk percobaan pembunuhan, kerusuhan, melukai rasa sentimen agama dan merusak perdamaian.

Para pejabat Dewan Uskup di Tamil Nadu mengatakan ziarah itu diadakan setiap tahun selama lebih dari seabad.

Para peziarah berjalan kaki menuju gua itu yang dibangun Portugis di pesisir Teluk Bengal untuk berpartisipasi dalam sembilan hari perayaan yang berakhir pada  8 September, pesta kelahiran SP Maria.

Para peziarah yang diserang, mulai ziarah mereka dari Karnataka di bawah penjagaan polisi, kata para pejabat Gereja itu.

“Serangan itu merupakan ancaman terbuka terhadap kebebasan berekspresi sebagai warga negara,” kata Pastor Cyril Victor Joseph, direktur Pusat Komunikasi di keuksupan agung  Bangalore.

“Serangan tersebut adalah ancaman serius bagi perdamaian dan kerukunan, khususnya umat dari berbagai kelompok agama.”

Para tokoh Kristen telah mengkomplain  bahwa umat mereka telah menghadapi serangan yang meningkat dari kelompok-kelompok radikal Hindu sejak Partai Bharatiya Janata (BJP) berkuasa sejak 2014.

Pemerintah federal mengakui kekerasan itu bertujuan demi negara Hindu, klaim mereka.

“Selama lebih dari setahun, orang, terlepas dari agama mereka, telah mengambil bagian dalam pesta Maria di Velankanni,” kata Pastor L. Sahayaraj, wakil sekretaris Dewan Uskup Tamil Nadu, kepada ucanews.com. “Tindakan kekerasan seperti itu hanya dapat menyebarkan benih kebencian di kalangan masyarakat.”

Kelompok-kelompok Katolik, termasuk wanita dan anak-anak, berjalan kaki berhari-hari sambil menyanyikan  lagu-lagu rohani dan berdoa termasuk Rosario, kata Benedict Jaikumar, umat Katolik lokal.

Mereka juga membawa patung dan gambar Bunda Maria yang telah dihiasi. Mereka menggunakan gereja paroki untuk beristirahat di malam hari.

Jaikumar, yang terkait dengan kelompok serangan itu mengatakan kepada ucanews.com bahwa tidak satu pun orang mengalami cedera serius dalam serangan itu. Para penyerang mengklaim adalah anggota Hindu Munnani, sebuah kelompok radikal, katanya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi