UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Polisi Tangkap Terduga Teroris Terkait Bom Gereja Surabaya

Agustus 27, 2019

Polisi Tangkap Terduga Teroris Terkait Bom Gereja Surabaya

Seorang wanita berdoa di Gereja Katolik Santa Maria di Surabaya pada 13 Mei untuk mengenang para korban bom bunuh diri yang dilakukan pada tahun 2018 oleh keluarga yang diilhami oleh ISIS. Polisi Indonesia mengatakan mereka telah menangkap enam tersangka teroris, dua di antaranya diduga memiliki kaitan dengan pemboman gereja di Surabaya. (Foto oleh Juni Kriswanto / AFP)

Pasukan khusus anti-teror Densus 88 menangkap enam orang terduga teroris dalam operasi pekan lalu, di mana dua di antaranya diduga memiliki hubungan dengan pelaku bom tahun lalu di tiga gereja di kota Surabaya.

Dedi Prasetyo, juru bicara Polri mengatakan dalam konferensi pers pada 26 Agustus, para terduga teroris – yang ditangkap di beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur itu – adalah anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD), sebuah kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

JAD, yang telah dilarang pemerintah, berada di belakang gelombang pemboman bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela dan dua gereja Protestan – Gereja Kristen Indonesia Diponegoro dan Gereja Pantekosta Surabaya – pada 13 Mei tahun lalu yang menewaskan 19 orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan itu dilakukan oleh anggota satu keluarga, termasuk anak-anak. Serangan lain di Mapolrestabes Surabaya pada hari berikutnya oleh keluarga lain menewaskan empat orang dan melukai 10 orang.

Prasetyo mengatakan Hanafi Abu Zufar, 39, pemimpin JAD di Madura dan Salman, 31, pemimpin kelompok itu di Lamongan yang ditangkap pada 22 Agustus “sangat terkait dengan pemboman Surabaya.”

“Setidaknya, mereka tahu rencana meluncurkan serangan bom di Surabaya,” kata Prasetyo.

Keduanya, kata dia, ikut dalam sebuah pertemuan di Islamic Center Balung Bendo di Sidoarjo, sehari sebelum serangan.

Prasetyo mengatakan tiga tersangka lain yang ditangkap pada 23 Agustus di Blitar telah mengikuti pelatihan semi-militer.

Pada 24 Agustus polisi juga menangkap tersangka teroris lain YT alias Nukud, 41, ketika ia merampok sebuah toko emas di Magetan.

“Pelaku mengaku sebagai simpatisan ISIS dan mengatakan bila berhasil melakukan pencurian tersebut, dananya akan disetor untuk hijrah ke Suriah,” kata Prasetyo.

Dari rumah keluarga YT, polisi menemukan molotov, senapan rakitan, panah, parang, linggis dan petasan.

Stanislaus Riyanta, seorang analis intelijen dari Universitas Indonesia mengatakan kepada ucanews.com bahwa kelompok-kelompok teroris yang berbasis di Jawa Timur umumnya merupakan bagian dari JAD dan masih berusaha untuk menyebarkan pengaruh mereka.

Sasaran utama mereka adalah polisi dan tempat ibadah, terutama gereja, katanya.

“Selama jaringan JAD masih kuat maka ancaman aksi teror terhadap polisi dan tempat ibadah tetap tinggi,” katanya kepada ucanews.com.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi