UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Perwakilan Protestan Sedunia Kunjungi Korban Kekerasan di Filipina

Agustus 28, 2019

Perwakilan Protestan Sedunia Kunjungi Korban Kekerasan di Filipina

Peter Cruchley dari Dewan Misi Sedunia berbicara tentang “misi keagamaan” yang dilakukan oleh kelompoknya di Filipina. (Foto: Mark Saludes)

Sejumlah pelayan Gereja dari sekitar 10 negara melakukan apa yang mereka sebut sebagai “misi keagamaan” bulan ini ke beberapa wilayah yang hancur akibat pembunuhan ekstra-yudisial di Filipina. 

Mereka “berziarah” ke sejumlah komunitas di Manila, desa pertanian di Propinsi Negros dan komunitas warga suku di Mindanao.

Sebanyak 14 orang yang mewakili beberapa denominasi Protestan di bawah koordinasi Dewan Gereja-Gereja Sedunia mewawancarai keluarga para korban dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Peter Cruchley dari Dewan Misi Sedunia mengatakan kunjungan itu bertujuan untuk “menunjukkan solidaritas terhadap para korban kekerasan.”

Ia mengatakan kisah yang disampaikan oleh orang-orang yang menjadi saksi dan yang mengalami kekerasan itu penting untuk mengakses HAM di negara itu.

Beberapa orang yang diwawancarai adalah anggota keluarga para korban yang dibunuh dalam apa yang disebut perang yang dilakukan pemerintah untuk melawan narkoba di Manila dan propinsi-propinsi sekitar.

“Sulit dipahami bahwa orang muda berumur 15 tahun dibunuh,” kata Cruchley. “Kita perlu melawan ini.”

Patricia Lisson dari Gereja Bersatu di Kanada mengatakan salah satu alasan mengapa kelompoknya datang ke Filipina adalah untuk melawan “tirani” di sana.

“Melegakan bahwa ada orang yang mendukung keyakinan mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa ini juga “mengkhawatirkan” karena ada orang yang tidak peduli.

“Orang-orang menempuh perjalanan untuk bertemu kami di sini dan berbagi cerita,” katanya, seraya menyinggung soal kunjungannya ke Filipina bagian tengah dan Mindanao.

Misi tersebut diharapkan berakhir dengan sebuah penilaian tentang situasi HAM di Filipina dan rekomendasi untuk berbagai institusi keagamaan dan pemerintah di negara masing-masing.

Laporan Global Witness yang dirilis pada 29 Juli menempatkan Filipina pada posisi terakhir terkait pelanggaran terhadap hak para pembela lingkungan hidup dan tanah pada 2018.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi