UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Romo Paschalis Mendapat Penghargaan LPSK

Agustus 29, 2019

Romo Paschalis Mendapat Penghargaan LPSK

Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus Pr membawa Penghargaan LPSK yang diterimanya pada 28 Agustus 2019 di Jakarta. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus Pr, koordinator Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau Keuskupan Pangkalpinang, mendapat Penghargaan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) pada Rabu (28/8) di Jakarta.

Imam diosesan dari Paroki Kerahiman Ilahi di Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau, itu mendapat Penghargaan LPSK atas dukungan dan perannya yang aktif dalam memberikan perlindungan kepada para saksi dan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Penghargaan itu diberikan dalam rangka hari ulang tahun LPSK ke-11.

“Romo Paschalis patut mendapat penghargaan itu karena (ia) memang mendedikasikan hidupnya – waktu, tenaga dan pikirannya – untuk membela para korban TPPO di Batam, daerah transit bagi pengiriman tenaga kerja,” kata Hasto Atmojo Suroyo, ketua LPSK, kepada ucanews.com seusai acara. 

Romo Paschalis mulai bekerjasama dengan LPSK dalam memberikan perlindungan kepada para saksi dan korban perdagangan orang sejak 2014, setahun setelah ia mulai menangani kasus perdagangan orang di wilayah tersebut.

Sejak 2013, ia dan timnya telah menyelamatkan lebih dari 500 korban perdagangan orang. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak yang dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga di beberapa negara seperti Malaysia. Beberapa di antaranya direkrut sebagai pekerja seks di Kota Batam.

Lebih dari 50 persen dari jumlah korban perdagangan orang berasal dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam beberapa tahun terakhir, Propinsi NTT menempati urutan pertama dalam kasus perdagangan orang di Indonesia. Pada 2014, misalnya, International Organization for Migration (IOM) mencatat sekitar 7.190 orang dari Propinsi NTT menjadi korban perdagangan orang.

Berkat karya Romo Paschalis, sekitar 10 pelaku perdagangan orang telah dijebloskan ke penjara dalam kurun waktu enam tahun terakhir dan mereka menjalani masa hukuman antara satu hingga sembilan tahun.

“Tentu saya bekerja juga tidak pernah mengharapkan penghargaan seperti ini. Tidak pernah juga berpikir bahwa (saya) akan dihargai. Dan saya merasa bahwa banyak orang lain yang sebenarnya bekerja lebih luar biasa lagi dari saya dan mungkin mereka yang lebih pantas mendapatkan penghargaan ini,” kata Romo Paschalis kepada ucanews.com.

“Tapi apa pun itu, yang pasti penghargaan ini adalah penghargaan untuk semua orang yang bekerja untuk kemanusiaan juga untuk para korban dan saksi yang selama ini menyuarakan keadilan,” lanjutnya.

Ia mengakui bahwa LPSK sangat membantu karyanya dan kehadiran lembaga itu telah mendorong banyak saksi dan korban untuk berani memberikan kesaksian.

“Ke depan pasti kami akan tetap bersama dengan LPSK. Walau bagaimana pun akan banyak perkara dan kasus yang kami dalami. LPSK bukan hanya melindungi tetapi juga mencegah berbagai macam kejahatan jangan sampai terjadi, terutama perdagangan orang yang saya tekuni,” katanya.

Selain Romo Paschalis, Penghargaan LPSK juga diberikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Propinsi Sumatera Utara, Badan Reserse Kriminal Polri, LBH Apik Jakarta, Kejaksaan Negeri Kulon Progo, Ketua Panitia Khusus RUU Terorisme dan (Alm.) Supriyadi Widodo Eddyono.

Ditulis oleh Katharina R. Lestari, Jakarta

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi