UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam Yesuit, Biarawati Canossian Filipina Hadapi Tuduhan Penculikan

Agustus 30, 2019

Imam Yesuit, Biarawati Canossian Filipina Hadapi Tuduhan Penculikan

Pastor Albert Alejo SJ menghadiri “Misa solidaritas" untuk para pemimpin Gereja Filipina terkait dugaan penggulingan Presiden Rodrigo Duterte. (Foto: Jire Carreon)

Pihak berwenang Filipina telah menuduh seorang imam Yesuit, seorang biarawati Canossian, dan dua orang lainnya menculik seorang wanita yang kemudian “dipaksa untuk merusak reputasi” Presiden Rodrigo Duterte.

Kasus itu diajukan kepada Departemen Kehakiman oleh  polisi pada 15 Agustus, namun baru terungkap kepada media oleh Kelompok Deteksi dan Investigasi Kriminal polisi pada  30 Agustus.

Pastor Albert Alejo SJ dituduh menculik seorang warga Davao yang bernama Guillermina Lalic Barrido, dan disembunyikan di biara Canossian di Manila dan memaksa dia untuk menandatangani sebuah  “surat sumpah untuk merusak reputasi” Presiden Duterte.

Dalam pengaduannya kepada polisi, Barrido mengatakan ia disembunyikan di biara itu dari tanggal 6-21 Desember 2016.

Upaya berulang kali untuk menghubungi Pastor Alejo untuk memberikan komentar tidak direspons.

Juga didakwa adalah mantan senator, Antonio Trillanes, pengacara Jude Josue Sabio, dan Suster Ling dari kongregasi Canossian.

Pada April 2017, Barrido menggelar konferensi pers dengan mengklaim bahwa dia “dilatih” dan disuap oleh  Pastor Alejo, Trillanes, dan Sabio untuk mengatakan presiden itu terlibat dalam perdagangan narkoba.

Pihak berwenang mengklaim Barrido mengajukan pernyataan tertulis sebagai bagian dari tuduhan “menghasut” yang sebelumnya diajukan oleh polisi terhadap beberapa oposisi politik dan para pemimpin Gereja.

Polisi menuduh bahwa cara itu adalah “modus operandi” terdakwa dalam mendapatkan orang dan melihat mereka muncul di media sosial “untuk mendiskreditkan pemerintah yang sah.”

“Jelas … (terdakwa) berencana jahat dan dengan sengaja menempatkan pengadu di bawah penahanan selama 14 hari untuk memaksanya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendaknya,” kata polisi.

Trillanes telah membantah tuduhan itu dengan mengatakan Barrido yang menyampaikan secara sukarela terhadap Duterte tahun 2016.

Mantan senator itu mengakui bahwa stafnya bertemu wanita itu mendengarkan apa yang dikatakannya, namun mereka memutuskan ia tidak dapat dipercaya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke media pada 30 Agustus, Trillanes mengajukan komplain “kasus pelecehan dan penganiayaan” karena kritik terhadap Duterte.

“Apakah Anda percaya bahwa seorang imam dan seorang biarawati membantu saya menculik dia dan kami ditahan di sebuah biara? Di pihak lain, ia diculik tahun 2016 namun ia hanya mengajukan kasus tersebut sekarang,” kata mantan senator itu.

Para otoritas Filipina awalnya mengajukan tuduhan menghasut, pencemaran nama baik di dunia maya dan penghalang keadilan terhadap empat uskup Katolik, tiga pastor, termasuk Pastor Alejo, seorang saudara religius itu, wakil presiden negara itu, dan 35 anggota oposisi.

Tuduhan berasal dari rilis video yang beredar di beberapa platform media sosial awal tahun ini yang menghubungkan Duterte dan keluarganya terlibat dalam perdagangan narkoba.

Pihak berwenang mengatakan video itu, seperti klaim penculikan, adalah bagian dari rencana menggulingkan Duterte.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi